MENHUB LAKUKAN PELETAKAN BATU PERTAMA SEMEN KUPANG II

MENHUB LAKUKAN PELETAKAN BATU PERTAMA SEMEN KUPANG II[1]

 

Kupang, Antara

Menteri Perhubungan Haryanto Dhanutirto di Kupang, Senin, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Semen Kupang II sebagai pengembangan dari PT Semen Kupang I, guna meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan semen di KTI.

“Permintaan akan kebutuhan semen di Kawasan Timur Indonesia (KTI) meningkat setiap tahun rata-rata 14,6 persen, sehingga perlu ditambah.” kata Menhub.

Ia mengatakan Semen Kupang II sebagai perluasan dari Semen Kupang I akan memacu pertumbuhan ekonomi daerah, karena kontribusinya dalam penyerapan

tenaga kerja, pembayaran pajak dan bias dari proyek di mana masyarakat dapat berusaha memenuhi kebutuhan proyek.

Direktur Utama PT Semen Kupang HM Satar Taba SE kepada pers seusai peletakan batu pertama mengatakan pembangunan Semen Kupang II akan memakan waktu sekitar dua tahun, sehingga diharapkan pada 1999 sudah mulai berproduksi.

“Saat ini Semen Kupang I mempunyai kapasitas produksi 270.000 ton, dan Semen Kupang II ini memiliki kapasitas produksi 300.000 ton, sehingga jika Semen Kupang II sudah berproduksi maka total produksi 570.000 ton per tahun.” katanya.

Peningkatan produksi itu maka Semen Kupang diharapkan mampu menembus pasaran di sebagian wilayah provinsi Nusa Tenggara Barat, Maluku, Timor Timur dan Irian Jaya.

Ia mengatakan, total investasi membangun Semen Kupang II Rp 110 miliar, di mana 25 persen dari dana itu merupakan modal sendiri, dan sisanya diperoleh dari hasil kerjasama dengan Bank Bumi Daya (BBD) yang membiayai pembangunan fasilitas.

Ia juga mengatakan, jika Semen Kupang II telah berproduksi maka akan menghemat biaya produksi mencapai 35 persen dari biaya yang dikeluarkan untuk Semen Kupang I.

“Dengan penghematan itu kami yakin perusahaan akan meraih untung. Pada tahun 1996 misalnya, perusahaan memperoleh laba Rp 6,1 miliar.” kata Satar Taba.

Semen produksi PT Semen Kupang yang selama ini mendapat proteksi dari pemerintah daerah NTT untuk pemasaran dalam provinsi ini, pada 1996 memasarkan 186.000 ton semen.

Perusahaan, katanya, pernah rugi pada kurun waktu antara 1984-1989, di mana pernah mencapai Rp 21 miliar, karena rendahnya penjualan, beban bunga dan beban penyusutan.

Setelah dilakukan peningkatan produksi dari 120.000 ton menjadi 180.000 ton dan ditingkatkan menjadi 270.000 ton per tahun, disertai restrukturisasi modal dan peningkatan efisiensi, katanya, perusahaan mulai meraih untung, seperti pada 1995 sebesar Rp 6,7 miliar dan 1996 mencapai Rp 6,1 miliar.

Menjawab pertanyaan mengenai jumlah tenaga kerja tetap yang diserap Semen Kupang II, Satar Taba mengatakan sedikitnya 270 orang akan diterima menjadi tenaga tetap, ditambah tenaga selama pembangunan proyek berlangsung sekitar 1.000 orang.

Dengan demikian, keseluruhan tenaga kerja tetap yang terserap pada PT Semen Kupang I dan II mencapai 550 orang.

PT Semen Kupang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 14 April 1984 di Desa Alak sekitar tuju kilometer arah barat Kupang, setelah sebelumnya dilakukan peletakan batu pertama oleh Menteri Perindustrian pada 22 Desember 1980.

Perusahaan ini merupakan perusahaan patungan antara PT Semen Gresik, Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dan Pemda NIT melalui perusahaan daerah (PD) Flobamor.

Sumber : ANTARA (28/04/1997)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 341-343.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.