MENHUB KELUARKAN SK BARU SOAL UTPK

MENHUB KELUARKAN SK BARU SOAL UTPK[1]

 

Jakarta, Antara

Menhub Haryanto Dhanutirto di Jakarta, Selasa, mengeluarkan Surat Keputusan baru mengenai Unit Terminal Peti Kemas (UTPK) yang pada dasarnya bertujuan meningkatkan efisiensi, efektivitas dan produktivitas kerja pelabuhan.

Haryanto sesudah menghadap Wapres Try Sutrisno di lstana Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa menjelaskan, SK baru itu akan mulai berlaku secara umum 16 Juni 1997.

Pihaknya, katanya, sudah melaporkan masalah ini kepada Presiden Soeharto dan juga melakukan koordinasi dengan menteri terkait serta para importir.

SK baru itu antara lain mengatur tentang biaya penumpukan yang selama ini selama lima hari ditanggung PT Pelindo. Dengan peraturan bam itu, biaya penumpukan yang ditanggung Pelindo hanya tiga hari.

Khusus untuk biaya penumpukan tersebut dikenakan masa transisi sampai 1 Agustus. Terhitung mulai 16 Juni sampai 1 Agustus tetap berlaku peraturan lama, kata Menhub.

Tarif biaya penumpukan hari keempat sampai hari kesepuluh itu adalah satu kali tarif dasar. Sedangkan tariff hari keesebelas dan seterusnya 200 persen dari tarif dasar, kata Menhub.

SK baru itu juga mengatur tidak dikenakannya biaya relokasi peti kemas untuk barang impor.

Menhub mengatakan pengaturan baru itu sangat penting, karena pertumbuhan peti kemas impor yang sangat tinggi peningkatannya yaitu mencapai antara 35 sampai 47 persen per tahun.

Menhub mengungkapkan pula bahwa kinerja Pelabuhan Tanjung Priok dalam mengelola peti kemas mengalami kemajuan pesat.

Misalnya pada data April di UTPK II dibongkar barang sebanyak 15.962 TEUs, persyaratan administrasi Bea Cukai yang dapat diselesaikan sebanyak 16.107 sedangkan yang diambil importir sekitar lebih dari 9 ribu TEUs.

Berdasarkan data itu maka dapat disimpulkan pula bahwa importir lamban dalam mengurus barangnya di UTPK, sehingga seringkali menimbulkan ketidaklancaran kerja pelabuhan, demikian Menhub.

Sumber : ANTARA (10/06/1997)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 380.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.