MENDIKBUD LANTIK SEKRETARIS DAN ANGGOTA BPPN PERIODE 1989-1992

MENDIKBUD LANTIK SEKRETARIS DAN ANGGOTA BPPN PERIODE 1989-1992

 

 

Jakarta, Antara

MENTERI PENDIDIKAN dan Kebudayaan Fuad Hassan melantik Prof. Dr. Moegia di sebagai Sekretaris merangkap anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (BPPN) dan Drs. Soepoyo Padmodipoetro sebagai anggota, disaksikan Ketua dan para anggota BPPN lainnya di Jakarta, Senin.

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 239 Tahun 1989 tentang pengangkatan anggota BPPN periode 1989-1992. Mereka yang dilantik ini tidak hadir pada pelantikan BPPN yang beranggotakan 18 orang oleh Presiden Soeharto, 6 Desember 1989.

Mendikbud Fuad Hassan mengatakan, Prof. Dr. Moegiadi kini menjabat Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdikbud, diangkat menjadi Sekretaris BPPN sesuai ketentuan dalam SK Presiden RI No. 30 Tahun 1989 dan Drs. Soepoyo Padmodipoetro menjabat Ketua Komite Tetap Nasional Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan PBB (UNESCO) di Jakarta.

Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (BPPN) periode 1989-1992 diketuai Prof.Dr. Makaminan Makagiansar dibantu Wakil Ketua Letjen TNI (Purn) H. Soetanto Wirjoprasonto dan Sekretaris Prof. Dr. Moegiadi serta dilengkapi 15 anggota, terdiri dari tokoh-tokoh pendidikan, wanita, pemuda, cendekiawan serta tokoh agama.

Selesai upacara pelantikan, pimpinan dan para anggota BPPN mengadakan rapat paripurna kedua untuk membahas berbagai Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Undang-Undang Pokok Pendidikan dan beberapa hal lain yang berkaitan.

Sekretaris BPPN Moegiadi ketika ditanya wartawan tentang materi dan jumlah RPP yang dibahas dalam rapat paripurna itu mengatakan “banyak sekali” sambil memasuki ruang rapat di lantai lima gedung Pusat Perbukuan Depdikbud Jakarta.

 

 

Sumber : ANTARA(08/01/1990)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XII (1990), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 387-388.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.