MENDAGRI TED DIRO DAN HUBUNGAN INDONESIA PNG

MENDAGRI TED DIRO DAN HUBUNGAN INDONESIA PNG

 

 

Menteri Dalam Negeri Soepardjo Rustam menegaskan, hubungan baik Indonesia dan Papua Niugini yang selama ini sudah berjalan baik tidak akan terpengaruhi oleh berita mengenai kasus bantuan pejabat Indonesia kepada seorang politisi PNG untuk kepentingan pemilu di negara itu.

Penegasan itu disampaikan Mendagri kepada wartawan di Jakarta, Sabtu setelah melaporkan kepada Presiden Soeharto mengenai kunjungannya ke PNG untuk menghadiri pertemuan tahunan Komisi Perbatasan Bersama (JBC) Indonesia – PNG ke-6 di PNG awal pekan ini.

“Berita – berita dalam surat kabar tentang kasus itu tidak akan mempengaruhi hubungan baik yang telah terjalin antara PNG dengan Indonesia,” kata Soepardjo dengan tegas.

Sebelumnya Indonesia telah membantah berbagai berita yang menyebutkan Pangab Jenderal TNI L.B. Moerdani memberikan uang sebanyak 140.000 dolar AS kepada pimpinan Partai Aksi Rakyat (PAP) Papua Nugini Brigjen (Pur) Ted Diro bagi kampanye pemilu di negara tetangga itu. pada bulan Agustus lalu.

Sebuah surat kabar PNG “Post Courier” hari Selasa menyebutkan bekas Pangab PNG Ted Diro mengatakan kepada Komisi Penyelidik hari Senin bahwa Pangab L.B. Moerdani memberikan sejumlah uang untuk kampanye PAP pimpinan Ted Diro tahun ini.

Komisi Penyelidik itu dibentuk pemerintah PNG untuk memeriksa Ted Diro sehubungan dengan adanya dugaan bahwa ia mengumpulkan dana pemilu untuk partainya (PAP) dalam jabatannya sebagai menteri kehutanan.

Pengumpulan dana pemilu untuk partai, yang dilakukan dalam kedudukan selaku menteri kabinet tidak dibenarkan undang-undang negara itu.

Kepada Presiden Soeharto oleh Mendagri dilaporkan bahwa dalam pertemuan tahunan itu dibahas survei dan demarkasi yang akan dilanjutkan, informasi pembangunan di daerah perbatasan.

Dalam kesempatan itu kepada Mendagri ditanyakan tentang kunjungan sebuah delegasi masyarakat Irian Jaya kepada Ketua MPR/DPR Kharis suhud hari Jumat yang minta agar Gubernur Izaac Hindom tetap dipertahankan.

“Saya tidak ada komentar. Kalau yang bersangkutan tidak mau, kita mau apa,” kata Mendagri. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (14/11/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 298-299.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.