MENAKER TTG KOTA PUSAT PENGOLAHAN ROTAN

MENAKER TTG KOTA PUSAT PENGOLAHAN ROTAN

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto meminta sejumlah gubernur agar menahan diri meminta daerahnya dijadikan pusat pengolahan rotan, karena usaha pemrosesan rotan menjadi produk jadi akan dipusatkan di Jakarta dan Surabaya.

Ketika menjelaskan kepada wartawan tentang pertemuannya dengan Presiden Soeharto di Jakarta hari Senin, Menteri Tenaga Kerja Soedomo mengatakan petunjuk tersebut diperolehnya setelah adanya sejumlah pemerintah daerah yang minta agar daerah mereka dijadikan pusat pengolahan rotan.

Soedomo mengatakan persoalan ini timbul karena mulai tahun 1989, ekspor rotan dalam bentuk bahan mentah tidak dibenarkan lagi. Karena itulah, berbagai daerah terutama di Kalimantan dan Sulawesi yang menjadi penghasil komoditi ini minta dibangunnya pusat pengolahan rotan dalam usaha meningkatkan ekspor komoditi nonmigas mereka.

“Permintaan-permintaan itu dapat dimengerti, namun kita harus bersikap rasional,” katanya seraya menambahkan ada beberapa persyaratan bagi pembangunan pusat pengolahan tersebut.

Dikatakannya, sebagian besar tenaga ahli pengolahan rotan untuk dijadikan perabot rumah tangga dan sebagainya ada di pulau Jawa, sedangkan di daerah produsen jumlah tenaga ahlinya amat terbatas.

Selain itu, jika ingin diekspor maka daerah pengolahan rotan harus berada didalam jalur pelayaran internasional, dan Jakarta serta Surabaya memenuhi persyaratan tersebut. Sedangkan belum tentu kapal-kapal itu mau singgah di tempat lain misalnya di Sulawesi atau Kalimantan.

Menaker mengatakan jika kapal-kapal laut harus singgah di daerah lainnya maka tentu akan menambah biaya. Selain itu, nantinya produk rotan seperti mebel akan dimasukkan kedalam peti kemas. “Di Jakarta dan Surabaya sudah terdapat fasilitas peti kemas,” ujarnya.

“Inilah yang dimintakan agar gubernur-gubernur itu mengerti tentang masalah ini dan cukup menghasilkan bahan baku sedang pembuatan barang jadi dilakukan di Jawa,”kata bekas Pangkop kamtib sambil menambahkan ia mendapat tugas dari Kepala Negara untuk menjelaskan masalah ini kepada sejumlah gubernur.

Ketika berbicara tentang mutu produk jadi rotan, ia menjelaskan sekarang terbukti bahwa hasil karya para ahli Indonesia sendiri lebih baik dari Taiwan seperti yang diakui para ahli Taiwan sendiri yang selama ini melakukan alih teknologi dalam bidang ini.

Hal itu terjadi, karena para instruktur Indonesia di Balai Latihan Kerja adalah para sarjana yang mencoba agar pola disain tradisional bisa diubah menjadi yang lebih baik.

Dalam kesempatan ini, Soedomo juga melaporkan keberangkatannya ke Seoul untuk menghadiri sidang dua tahunan para menteri perburuhan wilayah Asia dan Pasifik tanggal 1-4 September.

Dalam sidang itu, para menteri akan membahas berbagai masalah antara lain perubahan  struktur lapangan kerja, cara-cara meningkatkan penyediaan lapangan kerja, serta kegiatan Organisasi Perburuhan Internasional (OPI) di kawasan ini.

Sumber: ANTARA (24/08/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 841-842

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.