MENAG: GARUDA INDONESIA JANGAN SENGSARAKAN CALON HAJI

MENAG: GARUDA INDONESIA JANGAN SENGSARAKAN CALON HAJI[1]

 

 

Jakarta, Antara

Pemerintah mengharapkan kasus batalnya keberangkatan calon haji berpaspor hijau seperti yang dilakukan Koperasi Karyawan PT. Garuda Indonesia tidak terulang kali.

“Garuda jangan menyengsarakan calon jamaah.” kata Menteri Agama Tarmizi Taber kepada pers setelah bersama Menkeu Mar’ie Muhammad menemui Presiden Soeharto di Bina Graha, Selasa, untuk melaporkan siap diresmikannya Taman Al­ Quran di Taman Mini Indonesia Indah, 20 April.

Tarmizi mengatakan, pemerintah merasa sedih karena kasus calon haji berpaspor hijau setiap tahunnya masih saja terjadi.

Ia mengingatkan, pada musim haji yang boleh berangkat sebenarnya hanyalah jamaah berpaspor coklat.

Beberapa hari lalu, ratusan calon haji berpaspor hijau diizinkan pemerintah untuk berangkat ke Tanah Suci dari Bandara Soekarno-Hatta. Mereka diberangkatkan setelah dicapainya kesepakatan di antara para pejabat.

Kendati demikian, sekitar 300 calon haji yang diurus Koperasi Garuda Indonesia itu, terpaksa batal berangkat karena sikap tidak bertanggungjawab para pengurus koperasi itu.

Tarmizi mengatakan, banyak haji berpaspor hijau yang terlantar selama berada di Arab Saudi. Mereka menghadapi kesulitan dalam memperoleh tempat tinggal dan mencari kendaraan.

“Itu akibat ulah para calo. Jika dari setiap calon haji, calo itu bisa mendapat Rp 1 juta hingga Rp 2 juta, maka jika mereka memberangkatkan 200 orang, calo itu bisa meraih Rp 200 juta.” kata Tarmizi.

Sementara itu, ketika ditanya tentang akan segera berlangsungnya kampanye serta kaitannya dengan kemungkinannya digunakan ayat-ayat suci Al-Quran, ia mengharapkan agar dalam kampanye nanti tidak terjadinya “perang ayat.”

“Saya mengimbau para ulama dan tokoh-tokoh agama untuk tidak membakar emosi rakyat karena bisa menghancurkan bangsa ini. Jangan libatkan emosi umat dalam kaitannya dengan ceramah politik.” kata Menag.

(T.EU01/B/DN06/15/04/ 97 16:06/RPSS)

Sumber: ANTARA (15/04/1997)

__________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 524-525.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.