MEMPERKOKOH KEMERDEKAAN DAN MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN ADALAH TUJUAN KEMBAR PERJOANGAN

MEMPERKOKOH KEMERDEKAAN DAN MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN ADALAH TUJUAN KEMBAR PERJOANGAN [1]

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menegaskan bahwa, memperkokoh kemerdekaan dan mempercepat pembangunan adalah tujuan kembar dari perjoangan bangsa Indonesia masa kini dan masa nanti.

Sedang pembangunan itu harus mengarah pada tercapainya tujuan jangka panjang kemerdekaan yaitu kemajuan, kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Presiden mengemukakan hal itu dalam pidato kenegaraan dihadapan sidang paripurna DPR-RI di Jakarta, Selasa malam, dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-32.

Bangsa Indonesia harus bersyukur karena kemerdekaan bangsa bukan hanya dapat ditegakkan, tetapi sekaligus diperkokoh hingga saat ini

“Malah kita telah mulai memberi isi nyata kepada kemerdekaan itu dengan melaksanakan pembangunan,” kata Presiden.

Tanpa kemerdekaan politik, kata Presiden, bangsa Indonesia tidak mungkin melaksanakan pembangunan, maka hal itu tidak banyak berarti.

“Kita dulu berjoang untuk merdeka bukan hanya agar kita bebas dari penjajahan asing,” demikian Presiden.

Salah satu tujuan perjoangan kemerdekaan adalah untuk membebaskan diri dari kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Hal itu hanya dapat dihilangkan dengan jalan melaksanakan pembangunan, demikian Kepala Negara.

Merenung Ulang

Kepada bangsa Indonesia Presiden mengajak agar sambil bergembira memperingati 32 tahun kemerdekaan sekaligus merenungkan yang dalam mengenai kemerdekaan itu sendiri.

Tempat bangsa Indonesia sekarang dalam sejarah bangsa, keberhasilan dan kekurangan perjoangan bangsa, benar tidaknya arah perjoangan bangsa serta peranan yang sudah di sumbangkan masing2 anggota masyarakat kepada pembangunan merupakan hal yang patut direnung-ulangkan oleh tiap bangsa Indonesia pada saat memperingati 32 tahun kemerdekaan ini.

Membawa Berkah

Sambil mengucapkan selamat berpuasa kepada segenap muslimin dan muslimat Indonesia, Presiden menyebutkan bahwa peringatan hari ulang tahun kemerdekaan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan sungguh2 membawa berkah. Dalam bulan yang suci ini kaum muslimin berusaha mensucikan dirinya lahir bathin dan berusaha menjadi orang yang bertakwa, kepada Tuhan. Sikap takwa itu menurut Presiden akan menyelamatkan pembangunan di Indonesia ini.

Tujuan Akhir

Mengenai tujuan akhir  perjoangan,  Presiden  menyebutkan,  terwujudnya masyarakat yang makmur dan berkeadilan berdasarkan Pancasila, dalam dunia tentram, damai dan adil. Tetapi Presiden mengingatkan bahwa yang akan dicapai adalah keselarasan antara kemajuan lahir dan kebahagian bathin. (DTS)

Sumber : ANTARA (17/08/1977)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 367-368.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.