Memanfatkan Sisa Usia Untuk Ibadah

Jakarta, 26 Mei 1998

Kepada

Yth. Bapak H. Mohammad Soeharto

(Jenderal Besar Purn. ABRI)

di Jl. Cendana No.8

Jakarta

 

MEMANFAATKAN SISA USIA UNTUK

IDADAH [1]

Assalamu’alaikum wr. wb.

Pimpinan Pusat Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Cokroaminoto Surakarta beserta seluruh cabang-cabang yang tersebar di tanah air menghaturkan terima kasih atas jasa-jasa Bapak memimpin bangsa dan negara selama ini, yaitu dari keadaan bangsa dan negara mengalami kehancuran akibat pemberontakan PKI, dan mencapai kemajuan pembangunan yang sangat pesat diakui oleh dunia Internasional.

Kenegarawanan, kepahlawanan, keberhasilan Bapak memimpin bangsa ini, menurut kami tiada lepas dari keikhlasan, ketabahan dan kemabruran Bapak sebagai sosok negarawan. Sebagai warga negara muslim yang memiliki pedoman Pancasila dan UUD 1945 dan Al Quran/termasuk sunnah Rasul yang nyata pasti yakin, sebagian doanya (waktu di Mekkah, Medinah) dikabulkan oleh Allah swt, termasuk keberhasilan Bapak berdoa di dalam Ka’bah dan tempat-tempat lain (Hajar Aswad, Hajar Ismail, Magom Ibrahim, Doa di Rodho, masih banyak lagi).

Kami sebagai warga negara yang kebetulan mengelola sekolah­sekolah Cokroaminoto di seluruh Indonesia sependapat dengan Bapak untuk memanfaatkan sisa usia ini guna lebih meningkatkan ibadah kepada Allah swt (dzikir, tasbih, tahmid, takbir, tahlil).

Kami yakin, perjuangan Bapak selama ini diridloi Allah swt, dan menempatkan Bapak sebagai hamba-Nya yang chusnul khotimah,

Billahi fie sabilil hag, Wassalamu’alaikum wr. wb. (DTS)

 H. Marzuki Mansur

Ketua Yayasan Pendidikan Islam

Surakarta

[1]     Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 925. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto menyatakan berhenti dari kursi Kepresidenan. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.