MEGAWATI AKAN NYATAKAN SIKAP HARI INI SISWONO AJUKAN BERBAGAI ALTERNATIF

MEGAWATI AKAN NYATAKAN SIKAP HARI INI

SISWONO AJUKAN BERBAGAI ALTERNATIF[1]

 

Jakarta, Merdeka

Sampai saat ini suara dan pendapat tokoh PDI Megawati Soekarnoputri belum juga terdengar. Sementara itu koleganya seperti Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais sudah sering menyampaikan pendapatnya dan menemui mahasiswa di DPR. Disisi lain Gus Dur Ketua PB NU juga sudah menyampaikan pemikirannya kepada Pak Harto.

Semua pertanyaan tentang keberadaan Mega tampaknya baru akan terjawab hari ini (Rabu,20/5) karena putri sulung Bung Karno itu akan memberikan keterangan pers di kawasan Tanah Abang. Acara itu menurut rencana diadakan sore hari.

Sementara itu seusai Presiden Soeharto mengeluarkan pernyataannya, Selasa siang tokoh nasionalis Siswono Yudhohusodo langsung menawarkan sejumlah alternatif lengser keprabon.

Cara yang tercepat adalah Presiden dan Wapres mengundurkan diri, sementara pemerintahan diambil alih oleh Mendagri, Menlu dan Menhankam.

“Dalam waktu satu bulan baru diselenggarakan Sidang Umum MPR.” kata Siswono saat berbicara di kantor DPP KNPI tadi malam.

Cara yang lain, lanjutnya, paling cepat enam sampai sembilan bulan. Satu persatu, bekas Mentrans dan PPH itu memaparkan tiga cara lainnya yang juga konstitusional.

Karena menurutnya, melalui Sidang Umum Tahun 2003 akan lebih lama lagi.

“Cara lain yang tersedia adalah melalui Sidang Istimewa MPR seperti dinyatakan dalam penjelasan umum UUD 1945.” tuturnya.

Tapi, lanjutnya peraturan lebih lanjut dari SI yang diatur dalam TAP III/1973 adalah DPR harus lebih dulu mengirim memorandum kepada Presiden dan dibalas dalam waktu tiga bulan. Kalau belum jelas, DPR bisa mengirim memorandum kedua dan dibalas dalam waktu satu bulan.

“Jika jawaban Presiden tidak memuaskan dapatlah diadakan SI. Keseluruhannya memakan waktu kurang lebih enam bulan. Memorandum itu bisa saja mempertanyakan merosotnya nilai tukar rupiah, meningkatkan inflasi dan gugurnya lima orang Pahlawan Reformasi.” ujar Siswono.

Usul yang tidak kalah menariknya dari Siswono adalah agar parpol dan Golkar secepatnya melakukan reshuffie anggota MPR. Waktu yang paling lama diberikan adalah sampai bulan Juni mendatang.

“Dilakukan reshuffle anggota MPR yang proses pengangkatannya berbau kolusi dan nepotisme. Diganti dengan orang-orang yang lebih sesuai untuk mewakili rakyat Indonesia.” katanya.

Dengan nada rendah dia mengatakan bahwa MPR yang ada sekarang belum merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. Hal itu karena banyak tokoh berpengaruh yang tidak duduk di MPR, sebaliknya banyak anggota majelis yang datang dari satu keluarga, bapak ibu anak menantu kakak beradik.

“Yang saat ini justru tidak duduk di majelismisalnya KH Abdurrahman Wahid KH Ilyas Ruchiyat, Megawati Soekarnoputri, Amien Rais, Emil Salim, Nurcholis Madjid dan Frans Seda.” katanya.

Sumber : MERDEKA (20/05/1998)

_____________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 434-435.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.