MEDAN PUNYA OBYEK WISATA BARU

MEDAN PUNYA OBYEK WISATA BARU[1]

 

Jakarta, Antara

Kotamadya Medan kini mempunyai obyek wisata baru dengan telah berdirinya Pusat Industri Kecil Menteng yang mampu menampung sekitar 98 pengusaha kecil.

Obyek wisata baru ini bukan berupa keindahan alam, tapi tempat wisatawan dapat melihat dan membeli berbagai barang kerajinan khas daerah itu, seperti di Cihampelas-Bandung, kata Sekretaris Panjatapda (Panitia Kerja Tetap Pengembangan Ekspor Daerah) Kodya Medan H. lkrom Helmi Nasution SH, di Jakarta, Kamis.

Pusat Industri Kecil yang baru diresmikan  17 Oktober  1996 dan pembangunannya menelan biaya Rp 1,4 miliar itu memang disediakan oleh Pemda setempat untuk menampung para perajin di Medan yang sebenarnya punya potensi jika mendapat bimbingan serius.

Dijelaskannya bahwa karena begitu antusiasnya Pemda setempat membantu para perajin, maka untuk memanfaatkan pusat tersebut yang berupa rumah toko (ruko), mereka hanya membebani biaya bangunan seluas 4×8 untuk dua tingkat sebesar Rp 13,20 juta yang dapat dicicil selama lima hingga 20 tahun melalui BTN.

Upaya lain yang dilakukan Pemda setempat untuk membantu para pengusaha kecil adalah dengan mewajibkan para pengembang menyediakan kios gratis di setiap plaza yang mereka bangun. Para pengusaha kecil bisa memanfaatkan kios tersebut secara gratis selama setahun.

“Setelah satu tahun para perajin baru dikenakan biaya sewa dan itupun akan digunakan untuk membina perajin lain yang dianggap masih memerlukan bantuan.” katanya.

Diungkapkan, dengan adanya kebijakan walikota tersebut, saat ini sudah ada sekitar 23 pengusaha/kios yang memanfaatkan keberadaan plaza di Kotamadya Medan.

Ikrom juga mengatakan adanya PPE’96 dan ITF’96 yang berlangsung saat ini, bagi Panjatapda akan dijadikan sarana mempromosikan berbagai produk potensial binaannya kepada para calon pembeli luar negeri.

“Selama mengikuti event yang tahun ini merupakan yang kelima kalinya, Panjatapda Kodya Medan telah dua kali mengekspor kerajinan rotan ke Australia dan sekaligus meningkatkan penjualan berbagai produk ke berbagai daerah di Indonesia.” katanya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ia pun merasa optimis tahun ini Panjatapda Kodya Medan akan berhasil meningkatkan penjualan, karena berkat pembinaan yang dilakukan selama ini, mutu berbagai produk yang dihasilkan telah meningkat.

“Untuk pemasaran, kami menganggap sudah tidak menemui hambatan yang berarti, namun bagi peningkatan mutu memang masih ada. Tapi itu akan selalu kita tingkatkan.” katanya.

Mengingat begitu konsisten pembinaan yang dilakukan Panjatapda bekerjasama dengan Dekranasda dan instansi terkait dijajaran Kodya Medan, Januari lalu, Walikota Medan Bachtiar Djafar memperoleh penghargaan Upakarti dari Presiden Soeharto.

Sumber : ANTARA (25/10/1996)

_______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 472-473.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.