MBAK TUTUT MENDAPAT PENITI EMAS ASEAN

MBAK TUTUT MENDAPAT PENITI EMAS ASEAN[1]

Jakarta, Suara Karya

Siti Hardiyanti Rukmana, Presiden Lamtoro Gung Group, termasuk di antara 10 tokoh pengusaha wanita sukses yang akan mendapatkan penghargaan Peniti Emas ASEAN (ASEAN Golden Pin Award) 1992-1993 dari Organisasi Konsorsium Putra Putri ASEAN di Grand Ball Room, Hotel Hyatt, Jakarta, Juni mendatang. Selain Mbak Tutut, Peniti Emas ASEAN juga akan disematkan kepada lsti Dani Sofya dari Entertaiment Jody Oetama, Lina Schultz (Presiden SAC Nusantara), Dra Martha Tilaar (Presiden Puspita Martha), Monica Jonathan (Presiden Sumber Cakung), Liea Soetidjo (Presiden Gunung Putri Simpati Mandiri), Inna Rachma (Presiden Multi Purri Nugraha Ossi by Inna Rachma), Barbara Louise Odang (President), Renny Worang (Pacific Rehouse), dan Nuk Hediyanto (Batik Tradisional).

Mbak Tutut dan kawan-kawan menyisihkan 40 nominator lain peraih peniti emas ASEAN 1993 kategori top business wanita setelah dilakukan penyeleksian secara efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan oleh Pantap Konsorsium. Penghargaan Peniti Emas ASEAN juga diberikan kepada sejumlah pengusaha pria top, serta sejumlah tokoh kategori berbusana terbaik.

Dasar pemilihan adalah tokoh yang selalu berbusana rapih dan serasi ketika berada di mana saja dengan mengutamakan produksi dalam negeri. Tokoh tersebut juga selalu tampil dalam acara kegiatan sosial di forum terbuka. Sosoknya pun dikenal luas dan menjadi panutan di lingkungan perusahaan maupun di kalangan masyarakat luas. “Selain punya kaitan bisnis yang positif, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial,” kata Ketua Panitia ASEAN  Golden Award  1992-1993, dr. H Benyamin.

Menurut Abang Jakarta tahun 1973 ini, penghargaan Peniti Emas ASEAN dilakukan untuk memberikan rangsangan kepada para pengusaha swasta agar lebih aktif dan bergairah dalam menerobos jalur-jalur perdagangan bebas di negara-negara ASEAN. Selain itu, juga untuk melestarikan budaya serta budaya tradision al masyarakat di negara-negara ASEAN sekaligus sebagai promosi di dunia internasional.

Penerima Penghargaan Peniti Emas kategori top pengusaha pria: Eka Tjipta Wijaya (Presiden Sinar Mas Group), Ir. Ciputra (Presiden Pembangunan Jaya Grup), Tantyo Soedharmono, MBA, MSc (Presiden Manggala Grup), Samadikun Hartono (Presiden Modern Grup), Robby Tjahyadi (Presiden Konindo Group), Theo F Teornion (Panin Grup), Rachmad Gobel (Presiden National Gobel Grup), GA Jacobus (Presiden Mataram Bank), Hassan M Soedjono (Presiden Sempati Air Lines), Kim Thong (Bridal Designer).

Dari luar negeri: Ibrahim HJ Ahmad, Dip. Agr, Msc (Presiden Dewana Food Industri SDN. BHD, Malaysia), Emaitree Vanthaneeyakul (President International Forwarder, Muangthai), Sixto B Roa (Presiden S Roa International, Pilipina), Zulkarnaen Mohamad (Chairman Fiesta Magazina, Singapura), Engku Ansaruddin Agus (Chairman Map Tour & Travel SDN. BHD, Malaysia).

Kategori berbusana terbaik putri: Nyonya Azwar Anas, Ny Karlina Wirahadikusuma, Ny. Hanin Sohar, Ny. Melly Eka Tjipta Wijaya, Ny. Soeharnoko Harbani, Ny. Sugiri PH, Ny. Rose Melati Irwan, Ny. Arleen Djohan Wirawan SH, Ny. Ratna Sari Srikandi, Ny. ES Margianti, Ny. Harnidah Thamsir, dan Gracia Ratna Dewi Santoso.

Kategori berbusana terbaik pria: Drs. Agung Laksono (Sekjen Kosgoro), Drs. Enggar Loekito (Ketua Umum REI), Sharif C Soetardjo (Presiden Ario Bimo Grup), Dr. Irwan Soetisna (Presiden Irco Grup), Drs. Thomas Suyatno (Dekan Perbanas), Frank F Sigari (Presdir Jaya Forex Utama Indonesia), Todung P Harahap (Managing Direktur Bank Dwipa), Peter Pranadjaya (Presiden PT. Indonesia Adijaya), Robert Kakan Tanuatmadja (Presiden Raya Gading Sakti), Peter Saerang (Top Hair Stylist).

Dari luar negeri: Mr Oscar G Valenzuela (Dubes Pilipina untuk Indonesia), Mohamad Rusli Rusli Bin HJ Saptu (Direktur Sekjen ASEAN dari Brunei Darussalam), Tengku Abdullah lbnu Sultan HajiAhmad Shah, AI Musta’in Billah (KDYTIM Tengku Mahkota Pahang, Malaysia), Eddy Chaturachinda (Ketua Pusat Promosi Film Muangthai), dan Joey H Mura (JH Musa Associate, Singapura).

Menarik

Berbagai acara menarik telah dipersiapkan dalam rangkaian acara puncak penyematan penghargaan Peniti Emas ASEAN di Hotel Hyatt nanti. Koreografer Samuel Watimena telah merancang suatu pergelaran istimewa dengan melibatkan sebanyak 35 artis, musisi dan penari. Sementara penyematan peniti dan penyerahan piagam akan dilakukan oleh beberapa tokoh ASEAN yang berpengaruh.

Acara penyematan penghargaan Peniti Emas sengaja dibuat hingar-bingar dan semenarik mungkin sebagai penghormatan kepada para penerima penghatgaan tersebut. Selain itu, diupayakan pula untuk mencerminkan kesan positif terhadap tingginya kualitas penghargaan yang diberikan kepada mereka. Bagi Organisasi Konsorsium Putra Putri ASEAN, pemberian penghargaan Peniti Emas kepada para tokoh ASEAN merupakan kegiatan keempat kalinya. Tahun lalu, penghargaan serupa dilakukan di Singapura untuk memilih 24 tokoh berbusana terbaik putra-putri dan 7 perusahaan paling sukses di ASEAN. Pelaksanaan penyerahan penghargaan dilaksanakan dengan bekerja sama dengan ARDIN Pusat dan penyerahan penghargaan bagi para pemenangnya dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Wijogo Atmodarminto didampingi Asmen Menko Kesra RI Soedomo.

Tahun 1990 diselenggarakan kegiatan pemilihan Putri ASEAN I yang mengantarkan Miss Marianne Anachoche (Pilipina) sebagai juara pertama. Penyerahan penghar gaan dilakukan oleh Dato Sabbaruddin Chik, Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Pelancongan Malaysia.

Desember 1991, Festival Putri ASEAN menghasilkan Miss Indira Paramani Soediro sebagai pemenang pertama. Penobatannya dilakukan oleh mantan Gubernur KDKI Jakarta Wijogo Atmodarminto.(P-4)

Sumber: SUARAKARYA(lS/05/1993)

__________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 443-445.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.