MASYARAKAT TAMIL DUKUNG PRESIDEN SOEHARTO

MASYARAKAT TAMIL DUKUNG PRESIDEN SOEHARTO

Puluhan ribu masyarakat Tamil di Indonesia menyatakan tekad bulat melestarlkan kepemimpinan Orde Baru.

Ketika menyampaikan pernyataan dihadapan Ketua DPRD Sumatera Utara Haji Mas Sukardi Sabtu pagi, Ketua IV Himpunan Keluarga Besar Masyarakat Tamil Indonesia G. Kuna S. menegaskan, bahwa mempertahankan kepemimpinan yang berhasil memberi kesejahteraan bagi rakyat bukan hanya merupakan hal yang wajar belaka tetapi juga menjadi kewajiban suatu bangsa.

Mereka mengusulkan pada Majelis Permusyawaratan Rakyat hasil Pemilu 1982 supaya menetapkan Jenderal Soeharto, kini sebagai Presiden Republik Indonesia, sebagai "Bapak Pembangunan" serta memilihnya kembali menjadi Presiden pada masa jabatan berikutnya.

Hal tersebut didasarkan pada penilaian dan sesuai dengan kenyataan, bahwa Soeharto telah menyelaraskan kata dengan perbuatannya seperti diamanatkan oleh rakyat lewat MPR.

"Untuk keselamatan kita semua, kepemimpinan nasional perlu dipertahankan," katanya menjawab pertanyaan "Antara".

Dibagian akhir pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum G Sellakanoe dan Sekretaris V. Nithiananthan tersebut masyarakat Tamil juga bersatu hati mensukseskan Pemilu 1982.

"Orde Baru harus menang," kata pernyataan tersebut.

Di Indonesia terdapat kira2 50.000 jiwa WNI turunan Tamil (India), empat perlima di antaranya bermukim di Sumatera Utara.

Masyarakat yang pada umumnya mencari nafkah sebagai pedagang, pegawai dan pekerja tersebut dikenal "sangat dekat" dengan anak negeri (pribumi).

Ketika menerima pernyataan tersebut, Haji Mas Sukardi menghimbau seluruh lapisan masyarakat sama2 berusaha supaya kehendak lapisan terbesar rakyat Indonesia yang tercetus dalam gelombang pernyataan tersebut dapat menjadi kenyataan. (DTS)

Medan, Antara

Sumber: ANTARA (10/10/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 167-168.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.