MASYARAKAT SIPRUS TURKI SlAP RUJUK DENGAN SIPRUS YUNANI

MASYARAKAT SIPRUS TURKI SlAP RUJUK DENGAN SIPRUS YUNANI

 

 

Jakarta, Antara

Masyarakat Siprus keturunan Turki siap rujuk dengan rakyat Siprus keturunan Yunani, namun hal itu hanya bisa terwujud jika kedua kelompok mempunyai hak-hak yang sama, kata pemimpin masyarakat Siprus Turki, Rauf Denktas, di Bina Graha, Sabtu.

Sikap masyarakat Siprus keturunan Turki itu, dijelaskan Denktas kepada wartawan setelah mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, yang melaporkan tentang perkembangan terakhir di antara kedua kelompok yang bertikai.

Negara Siprus terbagi menjadi dua bagian, yaitu sebagian dikuasai masyarakat keturunan Turki dan sebagian lagi oleh keturunan Yunani. Denktas mengatakan, untuk memecahkan masalah ini, pihaknya mengusulkan pembentukan federasi.

“Kami (keturunan Turki, red) dituduh ingin memisahkan diri oleh masyarakat keturunan Siprus yang pada akhirnya mengakibatkan terpecahnya kedua negara ini. Anda tidak akan dapat membentuk federasi, apabila tidak mengakui hak yang sama terhadap pihak lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya menginginkan Presiden Siprus George Vassilou untuk menjawab dua pertanyaan kelompok Turki. “Jika memang ingin menyelesaikan pertikaian di antara kedua pihak, Vassilou hams bersedia mengakui persamaan hak politik bagi kedua kelompok masyarakat itu,” tegas Denktas, yang hari itu tepat berusia 66 tahun.

“Jika kami mempunyai hak yang sama, apakah masyarakat Siprus Yunani bersedia mengakhiri permusuhan terhadap kami dan juga mengakhiri embargo politik dan ekonomi,” kata Denktas ketika menjelaskan sikapnya tentang perujukan itu.

Iajuga mengatakan, dalam pertemuan itu, Presiden Soeharto yang didampingi MenluAli Alatas menyatakan bahwa Indonesia ingin menjadi ternan bagi seluruh rakyat Siprus.

 

 

Sumber : ANTARA (28/01/1990)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XII (1990), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 600-601.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.