MASYARAKAT IBU KOTA GEMBIRA MENDENGAR PAK HARTO TURUN

MASYARAKAT IBU KOTA GEMBIRA MENDENGAR PAK HARTO TURUN[1]

 

Jakarta, Republika

Keputusan HM Soeharto untuk mengundurkan diri sebagai Presiden disambut gembira oleh berbagai lapisan masyarakat Ibu Kota.

Husni, 26, pengemudi ojek di Jakarta Utara mengaku akan melakukan kaul mencukur habis rambutnya setelah mendengar pengumuman mundurnya Pak Harto. Kegembiraan yang sama, juga dikemukakan oleh seorang Ibu, yang mengaku akan sujud syukur dan berdoa, agar situasi krisis segera berlalu.

“Saya memang setuju berat dengan keputusan itu. Bahkan saya punya kaul akan membotaki kepala jika presiden mundur.” tutur Husni di pangkalan ojek di Plumpang.

Menurut Husni selama menjadi Presiden, Soeharto kurang demokratis. Lapangan kerja pun kurang.

“Buktinya ijazah STM saya tidak kepakai. Karena, nggak dapat kerja saya sekarang terpaksa ngojek.” tambahnya lagi.

Sementara itu Ibu Riswati Ibu rumah mengaku akan melakukan sujud syukur karena pemerintah akhirnya mau mengalah.

“Buat saya sih nggak penting, siapa penggantinya. Yang penting harga barang turun dan jalan kembali aman. Buat orang kecil seperti saya, cuma itu harapan kami.” lanjut Ibu lima anak yang tinggal di Tanjung Priok ini dalam sujud syukurnya berdoa agar krisis yang menimpa Indonesia segera berlalu.

Ungkapan senada dilontarkan Ny. Nami, seorang pemilik warung di Jakarta Utara. Ia mengaku tak bisa membaca. Namun, dapat memahami bahwa Soeharto memang harus turun karena sudah terlalu lama jadi Presiden.

“Itu mahasiswa kan minta supaya Presiden mundur.”

Yayang, 24, pengemudi angkot Sawangan-Depok mengepalkan tinjunya ke atas ketika mendengar Pak Harto mengundurkan diri.

“Hidup Mahasiswa. Hidup Reformasi.” teriaknya di Terminal Depok I. Yayang dan sejumlah sopir-sopir yang ditemui mengharapkan agar pungli di jalan raya dan terminal-terminal segera dihentikan.

Di Jabotabek sendiri, kemarin kegiatan berlangsung normal pada saat diumumkan pengunduran diri presiden dan juga setelahnya. Sejumlah pasar seperti di Depok, Jatinegara, Jakarta Timur yang dua hari silam tak beroperasi karena isu bakal terjadi huru-hara kemarin berjalan seperti biasa. Sejak pagi, Ibu rumah tangga berduyun-duyun ke pasar membeli kebutuhan sehari-hari. Pasar masih ramai hingga pukul 12.00 WIB. Mundurnya Pak Harto menjadi salah satu topik pembicaraan penghuni pasar.

Aparat keamanan yang dua hari sebelumnya berjaga di hampir setiap mulut gang, kemarin sudah tak ada lagi. Seluruh angkutan umum, termasuk trayek Blok M­Tanjung Priok yang kemarin tidak keluar karena Jl. Gatot Subroto diblokir, sudah beroperasi. Metromini, angkutan kota dan angkutan umum lainnya juga beroperasi seperti biasa.

Seorang pengemudi taksi Kosti Jaya, mengaku harus narik karena sudah seminggu tak keluar rumah.

“Bisa-bisa nggak makan jika nggak keluar lagi.”

Ia menilai situasi kemarin sudah aman sehingga bisa keluar untuk bekerja. (tid)

Sumber : REPUBLIKA (22/05/1998)

_________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 915-916.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.