MASYARAKAT AJUKAN KASUS CULIK KEPADA MENSESNEG MOERDIONO

MASYARAKAT AJUKAN KASUS CULIK KEPADA MENSESNEG MOERDIONO[1]

 

Denpasar, Antara

Masyarakat menginginkan agar kasus adat Culik, Kabupaten Karangasem, Bali segera disampaikan kepada Mensesneg Moerdiono yang saat ini berada di pulau dewata, agar kasus adat tersebut segera bisa terselesaikan dengan baik tanpa merugikan salah satu pihak.

Keinginan masyarakat itu disampaikan kepada ketua DPRD Bali I Nyoman Kada untuk diteruskan kepada Gubernur Bali Ida Bagus Oka, yang menerima rombongan masyarakat terdiri atas pemuka adat dan generasi muda desa Culik saat menyampaikan aspirasinya kepada pimpinan dewan di Denpasar, Jumat.

Kasus Culik itu muncul akibat pembangunan Taman Kanak-kanak Tunas Kartini Desa Culik sekitar tujuh tahun lalu atas bantuan Organisasi sosial. Kasus yang melibatkan diantara kelompok masyarakat setempat, sebenarnya sudah terselesaikan secara hukum lewat Makamah Agung.

Namun kelompok kecil yang menyengketakan masalah ini menggunakan jasa penasehat hukum yakni I Wayan Sudirta SH, maka kasus adat ini terus merebak walau pun sudah memiliki kekuatan hukum, bahkan Sudirta atas nama cendikiawan Hindu melaporkan kasus ini kepada Presiden Soeharto.

“Karena kasus ini dilaporkan kepada presidenlah kami sebagai pemuka adat dan generasi muda desa Culik merasa tersinggung.” kata Pemuka desa adat Culik I Nengah Mangku Tara dan I Gede Nyeneng dari unsur generasi muda setempat saat menyampaikan aspirasinya kepada DPRD Bali.

Masyarakat juga menyatakan, pihaknya bersedia menerima warganya yang 29 Kepala Keluarga (KK) yang dikucilkan selama ini untuk bergabung kembali dengan catatan mereka bersedia mengikuti aturan adat yang telah disepakati bersama.

“Kami bersedia menerima dengan baik.” kata Mangku Tara.

Ketua DPRD Bali I Nyoman Kada pada kesempatan itu berusaha bersama Gubernur Oka meneruskan aspirasi masyarakat kepada Mensesneg Moerdiono untuk bisa mendapatkan penyelesaian secara baik. Masyarakat datang dari desanya ke Denpasar menempuh jarak lebih dari 100 Km.

DPRD Bali dalam seminggu terakhir ini tiga kali menerima kelompok masyarakat Desa Culik untuk bisa menyampaikan aspirasinya kepada para wakil rakyat di daerah ini dan mereka juga menghujat penasehat hukum I Wayan Sudirta SH yang diduga bisa memperuncing kasus ini.

Para generasi muda Desa Culik membentuk tim khusus untuk bisa mencari pakar hukum I Wayan Sudirta, dan masyarakat Culik yang menjadi kliennya.

“Kami akan mencari Wayan Sudirta hingga ke ujung dunia.” kata mereka.

I Gede Nyeneng juga meminta agar pemerintah menutup praktek atau ijin praktek pengacara I Wayan Sudirta SH di Bali, sebab masyarakat menilai pengacara inilah sebagai penyebab kasus ini merebak hingga ke tingkat Nasional.

“Jika anda sudah menemukan Sudirta dan kliennya akan diapakan?” tanya Nyoman Kada. “Untuk diajak berunding pak agar masalah ini bisa selesai dengan baik dan kami bisa tenang berada di desa” kata mereka serentak. “Kalau begitu bagus, tetapi jangan sekali-kali melakukan perbuatan main hakim sendiri.” nasehat Nyoman Kada yang dijawab “ya” oleh semua yang hadir di wantilan DPRD Bali .

(U.DPS-001/B/PTN-003/23/05/97/12:14/RPS5)

Sumber: ANTARA (23/05/1997)

___________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 494-495.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.