MASALAH POLITIK & KEAMANAN: PRESIDEN PIMPIN PEMBAHASAN SITUASI TERAKHIR

MASALAH POLITIK & KEAMANAN:

PRESIDEN PIMPIN PEMBAHASAN SITUASI TERAKHIR

Presiden Soeharto hari ini memimpin Rapat Kordinasi antar Menko, untuk membahas situasi terakhir dari keadaan politik, keamanan dan ekonomi dalam negeri.

Menteri Sekretaris Negara/Menteri Penerangan ai. Sudharmono selesai mengikuti rapat tersebut di Istana Merdeka, mengatakan bahwa rapat tersebut bersifat rutin, tetapi kali ini dipandang perlu diadakan karena Presiden Soeharto mulai Jumat besok akan berkunjung ke India dan Pakistan. Rapat tersebut diadakan untuk melakukan koordinasi dalam penanganannya mengenai masalah-masalah yang dilaporkan oleh para Menko.

Menko Polkam Panggabean selesai mengikuti rapat yang berlangsung sekitar dua jam itu, kepada wartawan hanya mengatakan, telah dibicarakan beberapa masalah politik dan keamanan. Tetapi Panggabean menolak memberikan jawaban dan buru­buru memasuki mobilnya ketika ditanyakan mengenai beberapa masalah politik dan keamanan akhir-akhir ini di beberapa daerah.

Nusakambangan

Dalam keterangannya, Sudharmono menjelaskan, dalam rapat tersebut telah diputuskan untuk merubah status pulau Nusakambangan yang selama ini merupakan tempat hukuman bagi narapidana. Pulau tersebut akan dijadikan pulau terbuka yang akan mendukung perkembangan kota Cilacap sebagai kota industri.

Diputuskan agar segera diusahakan untuk mencari tempat baru sebagai ganti fungsi Lembaga Pemasyarakatan dari pulau Nusakambangan tersebut. Proses selanjutnya untuk pemindahannya akan diatur Menteri yang bersangkutan.

Pulau Nusakambangan dahulu pada jaman pemerintahan kolonial Belanda, dijadikan pulau tertutup tempat pembuangan dan penjara bagi narapidana kelas kakap. Kini dengan berkembangnya kota Cilacap yang memiliki beberapa fasilitas industri, maka pulau tersebut akan dijadikan pulau terbuka dan akan dilakukan pembangunan yang ada hubungannya dengan industri di Cilacap.

Pengungsi Vietnam

Menurut Sudharmono, dalam rapat itu Menko Polkam melaporkan masalah penyelesaian pengungsi Vietnam. Ternyata ada beberapa pengungsi jumlahnya menurut Sudharmono tidak mencapai ratusan yang tidak tertampung di pulau Galang, dan sekarang hidup di tengah-tengah masyarakat. Ada sebagian yang berada di pulau Jawa.

Dipersoalkan apakah penyelesaian terhadap pengungsi tersebut akan diperlakukan sebagai imigran gelap atau sebagaimana pengungsi Vietnam lainnya. Dalam rapat itu diputuskan, apabila mereka benar-benar pengungsi dari Vietnam, maka akan segera diproses sebagaimana pengungsi lainnya, sesuai kebijaksanaan pemerintah untuk tidak membiarkan pengungsi menetap di Indonesia.

Stabilitas Ekonomi

Sebagaimana keadaan polkam yang secara umum dinilai stabil, perkembangan ekonomi sampai bulan Nopember ini juga dinilai stabil walaupun pada awal bulan terjadi goncangan harga gula dan bulan lalu ada kenaikan harga beras. Laju inflasi bulan inidiperkirakan lebih kecil dibanding bulan Oktober lalu, yang mencapai 1,69 persen.

Menko Ekuin Widjojo Nitisastro dalam rapat itu, melaporkan, produksi beras yang tahun ini diperkirakan mencapai 20 juta ton, betul-betul dapat terlaksana. Diharapkan tahun depan akan bisa dipertahankan, dengan demikian target tahun akhir Repelita III, 20,6 juta ton bisa tercapai.

Rapat membicarakan pula hasil keputusan Sidang Kabinet terbatas bidang Ekuin di Bina Graha beberapa waktu lalu, yang memutuskan untuk meningkatkan hubungan perdagangan dengan negara-negara Eropa Timur. Telah dilakukan kordinasi antara Menko Ekuin dan Polkam, dalam rangka mendorong kegiatan ekspor dan menggiatkan hubungan ekonomi dengan negara negara di Eropa Timur.

Masalah lain yang dibicarakan, sekitar laporan Menko Kesra yaitu keikutsertaan Indonesia melaksanakan keputusan PBB yang menetapkan, tahun 1981 sebagai Tahun Internasional Penderita Cacat.

Dalam rapat tersebut, hadir Wakil Presiden Adam Malik, Menko Polkam M. Panggabean, Menko Ekuin Widjojo Nitisastro, Menko Kesra Surono, Menteri Sekretaris Negara Sudharmono dan Asisten Mensesneg bidang khusus, Brigjen Murdiono. (DTS)

..

Jakarta, Merdeka

Sumber: MERDEKA (27/11/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 657-658.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.