MANFAAT UTAMA PEMBANGUNAN PERTANIAN HARUS DIRASAKAN PETANI

PRESIDEN SOEHARTO:

MANFAAT UTAMA PEMBANGUNAN PERTANIAN HARUS DIRASAKAN PETANI

Presiden Soeharto menekankan, bahwa manfaat utama pembangunan pertanian, harus dirasakan kaum tani dan yang pertama-tama harus ditingkatkan taraf hidupnya adalah kaum tani yang merupakan lapisan terbesar masyarakat bangsa Indonesia.

"Kalau kita berhasil mengangkat tingkat hidup berjuta-juta petani, maka dapat dikatakan bahwa salah satu rnasalah besar pembangunan telah terselesaikan," kata Kepala Negara dalam amanatnya ketika membuka Kongres Kedua Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) di Istana Negara, Jakarta, Selasa

Presiden mengatakan, masyarakat modern yang maju dan sejahtera berkeadilan sosial yang di cita-citakan bangsa Indonesia hanya akan terwujud dalam masyarakat yang industrinya maju dengan dukungan pertanian yang kuat.

"Lapangan pertanian itu dapat kuat jika dapat diciptakan oleh petani-petani yang kuat," kata Presiden.

Oleh karena itu para petani harus terus dibangkitkan kesadarannya bahwa mereka sanggup mengangkat dirinya sendiri dan sanggup bekerja dalam zaman pertanian modern, dengan teknologi dan ilmu pengetahuan yang tepat guna.

Sama halnya dengan sektor produksi lainnya para petani sendiri juga harus diusahakan dapat menguasai semua rantai produksi secara menyeluruh, mulai dari tahap produksi, pengolahan sampai pada tahap pemasarannya.

Presiden meminta semua pihak mengusahakan agar mata rantai produksi itu tadi berada di tangan petani sendiri sehingga mereka dapat memperoleh pendapatannya yang sewajarnya.

Dalam mengusahakan inilah dan dalam melaksanakan Pancasila dan konstitusi, di seluruh pelosok wilayah Indonesia kini dikembangkan BUUD dan KUD.

Presiden mengharapkan, agar Kongres Kedua PERAGI ini dapat merumuskan konsepsi-konsepsi yang baik dan dapat diterapkan di Indonesia sehingga dapat merupakan sumbangan yang berharga bagi kemajuan dan kesejahteraan jutaan petani.

Mempunyai berbagai sasaran sesuai dengan prinsip pembangunan, Presiden mengatakan bahwa pembangunan pertanian harus dapat mendukung sektor-sektor pembangunan lainnya dan sebaliknya pembangunan pertanian sendiri juga memerlukan dukungan sektor lainnya.

Ini berarti, bahwa dalam membangun setiap sektor perlu dipahami kaitannya dengan sektor lainnya dan semua sektor harus dikembangkan secara seimbang dan serasi.

Karena keterpaduan itu pula, kata Presiden, pembangunan pertanian dalam Repelita III mempunyai berbagai sasaran antara lain meningkatkan produksi pangan menuju swasembada yang dikaitkan pula dengan usaha meningkatkan gizi masyarakat serta meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para petani.

Presiden menjelaskan pula mengenai peningkatan jumlah konsumsi pangan dan kecenderungan pergeseran kebutuhan pangan dari jagung, ubi-ubian ke beras dan dari sayur-sayuran ke daging, telur dan susu.

Jumlah konsumsi ini selain disebabkan pertambahan penduduk juga disebabkan oleh bertambahnya penghasilan masyarakat.

"Ini merupakan petunjuk bahwa pembangunan yang dilaksanakan bangsa Indonesia selama 12 tahun terakhir ini membawa kemajuan dalam kesejahteraan masyarakat," demikian Presiden mengatakan.

Agro Ekosistem DAS

Sementara itu Ketua Umum PERAGI Ir.Achmad Affandi dalam laporannya mengatakan, bahwa dalam kongres kedua ini akan dibahas agro ekosistem daerah aliran sungai (DAS) dan industrialisasi pertanian rakyat sebagai makalah utama yang ditunjang 16 makalah lainnya.

Kongres PERAGI kedua ini berthemakan "Menciptakan pola pertanian rakyat yang tepat melalui industrialisasi pertanian”.

Ketua Umum PERAGI itu mengatakan, bahwa sekarang ini setelah tercapai kemajuan pesat dalam pembangunan pertanian ternyata pembangunan di bidang pertanian tidak bisa hanya dititik beratkan pada peningkatan produksi saja, tapi juga harus mencakup masalah pengolahan dan pemasarannya.

PERAGI yang didirikan 28 Oktober 1977 di Jakarta mempunyai 1.296 anggota sarjana pertanian di seluruh Indonesia.

Kongres kedua ini diikuti 400 peserta dari seluruh Indonesia, terdiri atas unsur­unsur Departemen Pertanian, Lembaga-lembaga yang ada hubungannya dengan pertani,m antara lain Lembaga Penelitian Pertanian, Lembaga Penelitian Tanaman Industri serta Lembaga Hortikultura.

Selain itu kongres kedua inijuga diikuti oleh perusahaan swasta yang berhubungan dengan soal-soal pertanian, tenaga ahli dan konsultan.

Kongres pertama berlangsung tahun 1977 dan setelah kongres itu Peragi ikut berpartisipasi mernikirkan pelaksanaan pembukaan tanah kering dan tanah basah 400.000 hektar pertahun. (DTS)

Jakarta, Suara Karya

Sumber: SUARA KARYA (01/04/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 362-364.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.