MALAYSIA MINTA BANTUAN RI DALAM PENDIDIKAN AGAMA

MALAYSIA MINTA BANTUAN RI DALAM PENDIDIKAN AGAMA [1]

 

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto akan melakukan Sholat I’ ed pada tanggal 6 Oktober 1975 di Mesjid Istiqlal, dimana Menteri Agama Mukti Ali akan bertindak sebagai khotib dan KH Zaini Miftah sebagai Imam.

Menteri Agama Mukti Ali mengemukakan hal itu kepada pers kemarin pagi di Bina Graha setelah ia diterima Presiden Soeharto untuk melaporkan tentang kunjungan ke Malaysia dan tentang kemenangan qoriah Indonesia Ny. Haji Nursijah Ismail dalam MTQ Internasional di Kuala Lumpur baru2 ini.

Dikemukakan pula ia telah bertemu dengan PM Malaysia Tun Razak dan dalam kesempatan itu kepada PM Tun Razak diserahkan sebuah kitab suci Al Qur’ an yang berhuruf Braille Arab, Kitab suci tersebut telah dicetak oleh Dep. Agama RI.

Setelah menerima kitab suci itu PM Tun Razak menyatakan akan mengirim tuna netra Malaysia ke Indonesia untuk belajar membaca Qur’ an dengan huruf Braille Arab. “Para tuna netra Malaysia, menurut Menteri Mukti Ali dapat ditempatkan di Yaketunis Yogya” (Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Indonesia).

Indonesia juga diminta untuk membantu memberikan Dosen dalam rangka up grading Mubalig di Malaysia yang diselenggarakan setiap 3 bulan sekali. Kesediaan Indonesia diminta pula Sarjana Studi Agama dari Malaysia guna menyelesaikan kesarjanaannya di IAIN (Indonesia).

“Untuk itu kini sedang dipelajari kurikulumnya,” kata Menteri Mukti Ali. Dalam pertemuannya dengan Menteri Urusan Agama Malaysia, menurut Menteri Mukti Ali dibicarakan peningkatan kerjasama dibidang Ru’yat dan Itisab, yang dalam 2 tahun terakhir antar kedua negara telah sama. (DTS).­

Sumber: SUARA KARYA (01/10/1975)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 793-794.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.