LISTRIK MASUK DESA SUDAH MENJADI KENYATAAN

LISTRIK MASUK DESA SUDAH MENJADI KENYATAAN

PRESIDEN :

Presiden Soeharto mengatakan, penyediaan dan penggunaan tenaga listrik merupakan salah satu ukuran dari tingkat kesejahteraan dan kemampuan ekonomi suatu masyarakat.

Dalam sambutannya pada peresmian berfungsinya Pusat Listrik Tenaga Gas Pauh Limo serta beberapa gardu induk dan jaringan transisi Maninjau-Padang dan jaringan distribusi di Sumatera Barat Selasa pagi, Presiden mengatakan, makin banyak tenaga listrik yang digunakan termasuk untuk industri merupakan petunjuk penting daritingkat kemajuan dan bertambah baiknya kehidupan masyarakat.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tenaga listrik ini, menunjukkan bahwa pembangunan yang dilaksanakan juga terus meningkat, kata Kepala Negara.

Dengan selesainya proyek-proyek kelistrikan ini diharapkan mutu pelayanan terhadap masyarakat yang menggunakan tenaga listrik di daerah ini dapat menikmati penggunaan terjaga listrik dapat terus bertambah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan perkembangan daerah.

Presiden mengatakan, berkat kegigihan bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan secara nasional "kita telah mencapai kemajuan-kemajuan besar dalam pembangunan itu.”

Propinsi Sumatera Barat ini saja misalnya selama Repelita III tidak kurang 750 desa yang mendapat aliran listrik, demikian pula di daerah-daerah lainnya banyak desa yang mendapat listrik.

Listrik Masuk Desa bukan lagi hanya semboyan, melainkan telah menjadi kenyataan, kata Presiden Soeharto.

Namun Presiden mengingatkan agar kemajuan-kemajuan yang telah dicapai itu tidak membuat lengah dan merasa puas diri karena tidak sedikit hambatan-hambatan yang membentang dihadapan kita.

Kelengahan dan puas diri merupakan bahaya yang dapat menggagalkan pembangunan terutama dalam suasana ekonomi dunia yang lesu dewasa ini, kata Kepala Negara.

Ia mengatakan, dalam keadaan sulit seperti sekarang ini "kita harus melanjutkan pembangunan dengan sikap yang realistis, hati-hati dan penuh kewaspadaan".

Presiden mengingatkan, kita memiliki potensi untuk terus membangun sebab penduduk kita besar jumlahnya yang berarti merupakan pasaran sangat luas bagi produksi dalam negeri sendiri.

Rakyat kita juga telah membuktikan dirinya sebagai rakyat yang tahan uji, memiliki semangat kerja yang tinggi dan cepat menyesuaikan dengan ketrampilan-ketrampilan baru.

Seperti pada tahun-tahun mendatang dihadapi dengan keprihatian yang tinggi tahun-tahun mendatang itu bukannya tahun-tahun tanpa harapan, kata Presiden.

Jawaban yang harus diberikan adalah kerja keras, terus menggerakkan semua sektor lebih efisien dan tidak hidup secara boros, ujar Kepala Negara.

Dengan selesainya proyek listrik ini, maka kelancaran penyediaan listrik di daerah ini akan lebih bertambah terjamin dan memberikan masa depan yang lebih baik lebih maju dan lebih sejahtera bagi masyarakat dan daerah ini, demikian Presiden Soeharto.

Presiden Soeharto yang tiba di Padang Senin sore untuk meresmikan pembukaan MTQ, selesai peresmian Pusat Listrik Tenaga Gas Pauh Limo akan kembali ke Jakarta.

Selain Ibu Tien Soeharto, sejumlah Menteri Kabinet Pembangunan IV turut pula dalam rombongan Kepala Negara tersebut. (RA)

Padang, Antara

Sumber : ANTARA (24/05/1983)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 474-475.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.