LIMA RANTAP DISETUJUI

LIMA RANTAP DISETUJUI[1]

 

 

Jakarta, Suara Karya

Walaupun sempat diwarnai interupsi, seluruh Fraksi Komisi B MPR-RI dalam rapat komisi yang dipimpin Ketua Komisi B Jenderal TNI Wiranto (FABRI) di Gedung Graha Karana, Sabtu (1/3) sepakat menyetujui dan menerima lima Rancangan Ketetapan (Rantap) MPR-RI hasil kerja Tim Perumus untuk dijadikan keputusan Majelis.

Hal itu disampaikan dalam kata akhir fraksi oleh juru bicara masing-masing, Bambang Wahyudi (FKP), Hadi Sutrisno (FABRI), Agum Gumelar (FUD), H DarusaminAS (FPP) danYahya Theo (FPDI) Saat Ketua Komisi B mempersilahkan juru  bicara masing-masing fraksi menyampaikan kata akhir fraksi-fraksi, salah seorang anggota Komisi B MPR, Ny Popong Otje Djundjunan (FKP) interupsi. Ia mempertanyakan kapan waktu untuk mengkoreksi Rantap yang telah disepakati.

Dijawab Wiranto, hal tersebut akan disampaikan, dalam kata akhir nantinya akan diminta persetujuan seluruh anggota komisi. Jadi sebelum dilaksanakan persetujuan dengan penandatanganan seluruh rantap yang telah disempurnakan.

“Disitulah kesempatan untuk menyampaikan hal-hal yang barangkali belum disampaikan,” kata Wiranto.

Melihat gelagat Popong, anggota Komisi B MPR yangjuga pimpinan Fraksi FKP Mustahid Astari, langsung memanggilnya keluar. Entah apa yang mereka dibicarakan di luar sidang, setelah beberapa menit kemudian Popong dan Mustahid memasuki kembali ruang sidang.

Setelah pendapat akhir dibacakan masing-masing fraksi, Ketua MPR memperjelas kembali interupsi yang dilakukan Popong Otje Djunjunan. Menurut Wiranto, sesuai Tatib persidangan materi saran Popong telah disalurkan melalui pimpinan fraksinya di Majelis. Setelah dikonfirmasikan kepada pimpinan Komisi B Majelis, ternyata tidak ada masalah.

Sumber: SUARA KARYA (09/03/1998)

___________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 230.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.