LETJEN (PURN) SARWO EDHIE WIBOWO MENINGGAL DUNIA

LETJEN (PURN) SARWO EDHIE WIBOWO MENINGGAL DUNIA

 

 

Jakarta, Antara

Letjen Purn. Sarwo Edhie Wibowo, mantan Kepala BP-7 Pusat dan anggota DPR RI dari Fraksi Karya Pembangunan, Kamis pukul 03.40 WIB meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta, setelah dirawat beberapa lama.

Almarhum yang namanya populer sebagai tokoh yang sangat gigih dalam pemberantasan G30S/PKI pada akhir tahun 1965, ketika menjadi Komandan RPKAD (sekarang Kopasus), meninggal dalam usia 64 tahun, akibat stroke.

Untuk penyakitnya itu, bekas Dubes RI di Korsel yang pernah menjadi Pangdam II/Bukit Barisan dan Panglima Kodam XVll Cendrawasih telah menjalani pengobatan antara lain di Amerika Serikat.

Almarhum sebagai tokoh yang dikenal sangat erat dan akrab dengan generasi muda pada saat-saat bangkitnya Orde baru, meninggalkan tujuh orang putra dan putri, buah pernikahannya dengan Sunarti Sri Hadiyah.

Jenasah almarhum yang kini disemayamkan di rumah duka di Jalan Flamboyan F/59, Cijantung II (Komplek Kopasus).

Menurut keterangan Biro Dokumentasi dan Penerangan BP-7 Pusat, almarhum akan dimakamkan hari Jumat 10 November 1989 di Purworejo, Jawa Tengah, tempat ia dilahirkan pada 25 Juli 1925, dari ayah R. Kartowilogo dan ibu Sutini.

Jenazahnya akan dibawa dengan pesawat terbang dari Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/11) pukul 10.30 WIB, untuk dimakamkan di Pemakaman Keluarga di Mupasan, Purworejo.

Jabatannya yang terakhir adalah anggota DPR hasil Pemilihan Umum tahun 1987. Sebagai anggota DPR ia menjabat pula sebagai Ketua BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen).

Sarwo Edhie, beberapa saat setelah Sidang Umum MPR 1988 mengundurkan diri dari keanggotaan DPR atas permintaan sendiri.

Almarhum yang pada 14 Agustus 1984 menerima penghargaan Mahaputra Adiprana (Mahaputra Kelas dua) yang disematkan Presiden Soeharto di Istana Negara, juga dikenal sebagai seorang olahragawan.

Ketika menjadi Ketua Umum Taekwondo Dunia (WTF) ia dinilai berjasa mempersatukan berbagai aliran Taekwondo di Indonesia dengan berafiliasi ke WTF. Komentar Menko Polkam Menko Polkam Sudomo ketika dimintai komentamya mengatakan bahwa ia mengenal Sarwo Edhie sebagai seorang yang memiliki disiplin militer yang sangat tinggi, teguh dalam pendiriannya dan setia pada pengabdian.

“Ia benar-benar seorang militer karir yang bisa diteladani,” tuturnya.

Menurut Sudomo, saat ia menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja, pernah menawarkan jabatan Sekjen Depnaker kepada almarhum, namun ia tidak pernah memberikan kepastian untuk menerima jabatan tersebut sehingga akhirnya dipilih Sutopo Yuwono.

Selain itu, menurut Sudomo, almarhum semasa hidupnya juga pernah ditawari oleh Pemerintah untuk menjabat Duta Besar Rl di Swiss namun tidak: diperoleh keterangan lebih jauh kenapa ia tidak:jadi menduduki jabatan tersebut.

 

 

Sumber : ANTARA(09/11/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 777-779.

 

 

 

>

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.