LEE KUAN YEW : KRISIS EKONOMI PENYEBAB SOEHARTO MUNDUR

LEE KUAN YEW :

KRISIS EKONOMI PENYEBAB SOEHARTO MUNDUR[1]

 

Singapura, Kompas

Negarawan Senior Singapura, Lee Kuai Yew mengatakan, Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia, pekan lalu, sebagai akibat dari salah urus ekonomi. Jadi, menurut Lee Kuan Yew, faktor utama mundurnya Soeharto adalah kebangkrutan ekonomi bukan kebangkitan rakyat.

“Jika Anda tak mampu menjaga stabilitas harga dan lapangan kerja, jika Anda membiarkan tingkat inflasi sampai 10 persen setiap bulan sehingga banyak pabrik terpaksa tutup dan proyek-proyek konstruksi macet, itu artinya Anda harus menghadapi gejolak sosial.” jelasnya menjawab pertanyaan BBC di London bertepatan dengan kunjungan Lee di ibu kota Inggris itu, seperti dikutip harian The Straits Times, Sabtu (23/5).

Ketika ditanya, apa sebenarnya yang menjadi penyebab utama tersingkirnya Soeharto, kebangkitan rakyat (people power), atau kebangkrutan ekonomi, Lee menjawab masalah ekonomi.

Inilah untuk pertama kalinya Lee secara terbuka menanggapi pemerintahan Soeharto. Selama Soeharto berkuasa, Lee tidak pernah menanggapi kebijakan pemerintahan Soeharto secara lugas.

Sebuah Pelajaran

Lee mengatakan, pelajaran yang bisa diambil dari Indonesia adalah,

“Jaga jangan sampai nilai mata uang tenggelam. Jaga stabilitas ekonomi dan tingkat pengangguran pada batas yang aman. Perhatikan kondisi kesejahteraan rakyat.”

Mantan Perdana Menteri Singapura tahun 1959-1990 itu menolak pandangan yang menyebutkan, Asia dilanda krisis ekonomi karena tak berkembangnya kehidupan demokrasi di kawasan tersebut.

“Meski Filipina sering disebut-sebut sebagai salah satu model demokrasi di Asia, tetapi negara ini juga dalam pengawasan Dana Moneter Internasional selama 10 tahun.” tegasnya.

Menurut Menteri Senior Singapura itu, yang menjadi penyebab utama krisis di Indonesia, Thailand, dan Korea Selatan adalah lemahnya sistem pengawasan perbankan, serta pengendalian keuangan negara-negara tersebut.

Lee pernah mengemukakan hal serupa sebelumnya. Menurut dia, sumber krisis ekonomi di Asia Tenggara terutama bukan karena soal demokrasi dan hak asasi manusia, tapi karena tiadanya sistem, lebih-lebih sistem yang terbuka yang memungkinkan mekanisme pemeriksaan bisa dipertanggungjawabkan, tiadanya aturan main, dan penegakan hukum yang jelas.

“Kalau yang menjadi persoalan adalah demokrasi dan hak asasi, mengapa Hongkong dan Singapura tidak terpengaruh?” ujarnya.

Lee kemudian kembali mengingatkan, merosotnya nilai Asia karena nepotisme dan kronisme.

Sumber : KOMPAS (25/05/1998)

_________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 737-738.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.