LAPANGAN MINYAK ARJUNA CAPAI PRODUKSI 1 MILIAR BAREL

LAPANGAN MINYAK ARJUNA CAPAI PRODUKSI 1 MILIAR BAREL[1]

 

Jakarta, Antara

Produksi minyak dari lapangan Arjuna di lepas pantai Laut Jawa yang dioperasikan kontraktor Arco Indonesia, kini mencapai satu miliar barel sejak pertama beroperasi pada September 1972.

Perayaan pencapaian produksi Arco-yang merupakan kontraktor bagi hasil antara Atlantic Richfield Indonesia Inc. (ARII) dengan Pertamina dilakukan jajaran karyawan serta direksi kontraktor migas itu bersama Dirut Pertamina Faisal Abda’oe, di Jakarta, Selasa.

Menurut Faisal Abda’oe, lapangan minyak Arjuna pertama beroperasi tahun 1972 dengan produksi 10 ribu barel perhari (BPH), dengan cadangan minyak diperkirakan mencapai 45 juta barel minyak saat itu.

Namun dengan kemajuan teknologi eksplorasi pencarian minyak, cadangan minyak lapangan Arjuna semakin meningkat. Sejalan dengan itu produksinya pun bertambah hingga mencapai rata-rata 200 ribu bph pada tabun 1985.

“Secara kumulatif produksi lapangan Arjuna pada 1985 telah mencapai 500 juta barel minyak dan 900 juta barel pada 1992.” Kata Abda’oe.

ARII saat ini menguasai 46 persen sabam Arco Indonesia. Selebihnya dimiliki beberapa kontraktor asing lainnya, seperti Maxus, Repsol, Inpex dan Itochu.

Selain mengoperasikan Arjuna, Arco Indonesia juga mengantungi hak operasi untuk beberapa ladang minyak dan gas lainnya, seperti di Wiriagar, Irian Jaya, Kangean dan Pagerungan.

Untuk lapangan min yak di Wiriagar, Presiden Soeharto awal September lalu memberi nama “Tangguh”, yang cadangannya diperkirakan lebih dari 6,3 triliun kaki kubikgas.

Arco mulai beroperasi di Indonesia tahun 1968 yang investasinya kini sudah mencapai 5,3 miliar dolar AS, 30 persen di antaranya digunakan untuk biaya eksplorasi.

Nilai pendapatan perusahaan sekitar 23 miliar dolar yang 53 persen di antaranya diserahkan kepada pemerintah Indonesia sesuai dengan ketentuan kontrak bagi hasil.

Sumber: ANTARA (11/11/1997)

_________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 451-452.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.