LAPAN JALIN KERJA SAMA DENGAN ISRO ATAS PERMINTAAN PM INDIA

LAPAN JALIN KERJA SAMA DENGAN ISRO ATAS PERMINTAAN PM INDIA[1]

 

 

Jakarta, Antara

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Jakarta, Kamis, akhirnya memenuhi permintaan Perdana Menteri India, untuk menjalin kerja sama dengan Indian Space Research Organization (ISRO).

Ketua Lapan, Prof. Dr. Ir. H. Wiryosumarto mengemukakan itu kepada ANTARA di Jakarta, Jumat seusai menandatangani naskah kerja sama dengan Ketua ISRO Dr. K. Kasturirangan.

Kerja sama di bidang Iptek kedirgantaraan itu, katanya, sebagai perwujudan dari kesepakatan tertulis antara Presiden Soeharto dengan PM India yang kala itu masih dijabat Narashima Rao.

Ia mengutarakan, kerja sama dengan Pemerintah India yang akan berlangsung selama lima tahun itu, meliputi pembangunan dan pengoperasian stasiun bumi pengendali di Biak, Irian Jaya, bagi lintasan satelit dan wahana peluncuran.

Pemerintah India akan memberikan bantuan berupa pembangunan sarana fisik, peralatan dan pelatihan bagi tenaga Indonesia.

“Lapan dalam hal ini sudah menyiapkan lima orang tenaga, dan kami juga akan membatasi jumlah tenaga ahli dari India. Paling tidak jumlahnya sama,” kata Ketua Lapan itu.

Selama Memorandum of Understanding (MoU) berlangsung, kata Wiryosumarto, Pemerintah India dan Indonesia dapat memanfaatkan sarana stasiun pengendali tersebut bagi pemerintah masing-masing.

Menurut dia, pembangunan stasiun telemetri, tracking dan komando untuk satelit dan wahana luncur di atas tanah seluas lapangan sepak bola di daerah Biak itu, tidak lain untuk mengendali roket yang diluncurkan oleh Pemerintah India.

“Di lain pihak, MoU ini juga menguntungkan Pemerintah Indonesia, karena suatu saat kita akan meluncurkan roket/satelit sendiri,” paparnya.

Ketika ditanya mengapa pemerintah Indonesia memilih bekerja sama dengan India, Ketua Lapan memberi alasan,

“Ini adalah suatu kesempatan karena belajar dengan negara yang belum terlalu maju tidak sulit untuk saling menerima alih teknologi bila dibanding negara maju, misalnya Amerika Serikat.”

Deputi Ketua Bidang Pengembangan Teknologi Dirgantara, Dr. Ir. Adi Sadewo Salatun menambahkan, proyek pembangunan stasiun pengendali di Biak itu kini masih dalam taraf perencanaan, dan dijadwalkan dalam jangka waktu satu tahun stasiun yang dilengkapi antena berdiameter  10 meter itu akan selesai pembangunannya.

Menyinggung soal investasi, Ketua ISRO Kasturirangan hanya memperkirakan, pembangunan stasiun di Biak itu, menelan dana jutaan dolar Amerika Serikat.

“MoU yang dilakukan ISRO dan Lapan ini, pemerintah India akan membangunkan sarana fisik, peralatan dan pelatihan bagi tenaga Indonesia,” katanya.

(T.PU14/HN09/B/DN06/23:42/RU2)

Sumber: ANTARA (06/05/1997)

___________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 736-737.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.