LAMPUNG SIAPKAN 45.000 TON BERAS UNTUK OPERASI PASAR

LAMPUNG SIAPKAN 45.000 TON BERAS UNTUK OPERASI PASAR[1]

 

Bandar Lampung, Antara

Propinsi Lampung mencadangkan sekitar 45.000 ton beras dan 170.000 ton gula pasir untuk kemungkinan dilaksanakannya operasi pasar (OP) guna memenuhi kebutuhan masyarakat pada bulan Nopember 1996 hingga Januari 1997.

Kepala Dolog Lampung Ir. Chairunas Armia, di Bandar Lampung, Sabtu, mengatakan bahwa Dolog Lampung kini memiliki persediaan beras lebih dari 45.000 ton dan siap jika sewaktu-waktu harus melancarkan OP.

OP diperlukan guna rnernenuhi kebutuhan pokok rakyat agar inflasi terjaga pada tingkat yang rendah.

“Persediaan pangan Dolog Lampung untuk kornoditi beras atau lainnya, siap, tinggal menunggu waktunya saja jika harus dilakukan operasi pasar.” katanya.

Ia mengatakan hal itu sehubungan dengan adanya perintah Presiden Soeharto agar Kabulog melaksanakan operasi pasar pada bulan Nopernber dan Desember 1996 serta Januari 1997.

Untuk memenuhi kebutuhannya, Dolog Lampung menghimpun beras dari petani, antara lain dari hasil panen gadu di Lampung tahun ini sekitar 115.000 ton yang panennya baru selesai pada bulan September-Oktober 1996.

Menurut catatan ANTARA areal luas panen gadu sebanyak itu lebih kecil jika dibandingkan dengan areal panen gadu tahun lalu sekitar 150.000 ton ; sedangkan areal panen musim rendengan awal tahun ini sekitar 450.000 ton.

Kepala Dolog Lampung juga menjelaskan, kebutuhan beras untuk golongan anggaran (PNS dan ABRI) di Lampung saat ini hanya sekitar 4.000 ton per bulan.

Sedangkan persediaan gula pasir kini masih sekitar 170.000 ton, hasil dari sejumlah pabrik gula di Lampung yakni Gunung Madu, Bunga Mayang, Gula Putih Mataram, dan PT. SIL di Lampung Tengah dan Lampung Utara.

Sumber : ANTARA (05/10/1996)

_____________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 774.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.