KUNJUNGAN PRESIDEN SOEHARTO MENDAPAT TEMPAT DI SURAT KABAR DAKKA

KUNJUNGAN PRESIDEN SOEHARTO MENDAPAT TEMPAT DI SURAT KABAR DAKKA

Kunjungan Presiden Soeharto di Bangladesh mendapat tempat di halaman depan surat kabar di Dakka baik yang berbahasa Inggris maupun harian berbahasa Bengali.

Sebuah surat kabar berbahasa Inggeris di Dakka, "Bangladesh Observer" memuat foto dan pidato Presiden Soeharto di halaman depan dengan judul berita yang besar.

Tajuk rencana suratkabar ini menekankan arti penting kunjungan Presiden Soeharto ke Bangladesh sebagai usaha untuk meningkatkan kerjasama kedua negara.

Suratkabar ini mengharapkan bantuan Indonesia dalam rangka kerjasama itu lebih besar dari tahun 1978/1979. Surat kabar yang terbesar oplahnya (dalam bahasa Inggeris juga memuat kemajuan2 Indonesia selama Repelita disertai foto2 pembangunan di Indonesia diantaranya proyek LNQ pabrik pesawat Nurtanio, proyek Krakatau Steel, Mesjid Istiqlal dan foto gedung2 bertingkat di Jl. Thamrin.

Pidato Presiden Soeharto pada jamuan kenegaraan dimuat lengkap dalam surat kabar ini, demikian pula sambutan Presiden Bangladesh Ziaur Rahman.

Presiden Ziaur Rahman dalam jamuan kenegaraan, Senin malam, mengatakan bahwa Bangladesh menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan bangsa dan pembangunan nasional.

"Kami berusaha untuk mencapai swasembada pangan, mengembangkan industry dan meningkatkan ekspor serta memperbaiki tingkat hidup rakyat Bangladesh dalam waktu sesingkat mungkin", katanya.

"Dalam menghadapi tugas besar Bangladesh dapat bekerjasama dan saling tukar menukar pengalaman dan keahlian untuk saling menguntungkan bagi kedua negara,” kata Presiden Rahman.

Ia mengatakan Bangladesh mencintai perdamaian seperti halnya dengan Indonesia. "Hanya dalam suasana perdamaian, merdeka dan stabil kita dapat mengkonsolidasi kemerdekaan karni dan memusatkan daya dan sumber2 kita untuk memerangi kemiskinan, kelaparan, penyakit dan pengangguran."

Untuk Tingkatkan Hubungan

Presiden Ziaur Rahman yang pemah mengunjungi Indonesia bulan Juli tahun lalu mengatakan bahwa kebijaksanaannya adalah untuk meningkatkan hubungan dengan semua negara terutama dengan negara2 di Selatan dan Asia Tenggara.

Sebagai anggota gerakan Non Blok, kedua negara terikat pada persahabatan, hidup berdampingan secara damai dengan negara2 lain di dunia dan juga terikat untuk mempertahankan prinsip2 dan tujuan2 dan gerakan Non-Blok.

"Sebagai anggota dari kongres Islam, kedua negara berusaha mencari penyelesaian yang adil dan abadi bagi masalah di Timur Tengah," kata Ziaur Rahman.

Tentang ASEAN dikatakannya bahwa ia yakin dengan keljasama regional akan memberikan kesempatan untuk mempercepat pembangunan di segala bidang

"Kami mengikuti dengan seksama kemajuan dan konsolidasi ASEAN yang memainkan peranan penting dalam semua kemajuan ekonomi dan sosial dari negara2 anggotanya dan dalam usaha meningkatkan perdamaian dan stabilitas di kawasan ini sesuai dengan prinsip2 menghargai kedaulatan dan integritas wilayah negara masing2 dantidak campur tangan dalam urusan negeri masing2.

Pasukan2 asing diharapkan keluar dan Kampuchea, kata Rahman, Bangladesh dan Indonesia di forum internasional. (DTS)

Dakka, Antara

Sumber: ANTARA (20/11/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 237-239.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.