KUNJUNGAN PM KROASIA KE INDONESIA TINGKATKAN HUBUNGAN EKONOMI

KUNJUNGAN PM KROASIA KE INDONESIA TINGKATKAN HUBUNGAN EKONOMI[1]

 

Berlin, Antara

PM Kroasia, Zlatko Matesa, mengatakan bahwa kunjungannya ke Indonesia bertujuan untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara, walaupun masalah politik juga menjadi agenda pertemuan dengan Presiden Soeharto, demikian surat kabar Kroasia, Vecemji List, terbitan 25 Februari.

Sementara Kedubes RI untuk Hongaria, yang merangkap juga untuk Kroasia, Bosnia dan Herzegovia di Budapest, Kamis, menyatakan sebelum bertolak ke Indonesia dan Malaysia, PM Matesa mengatakan bahwa Indonesia dan Malaysia merupakan negara sahabat Kroasia.

Kedua negara itu, kata Matesa, bukan hanya menonjol di kawasan Asia, tetapi juga memiliki peran politik di Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan keduanya ikut dalam proses penyelesaian damai atas krisis di semenanjung Balkan.

“Kita mengharapkan kunjungan ini dapat meningkatkan hubungan ekonomi yang menguntungkan Indonesia, Malaysia dan juga Kroasia.” kata Matesa, dan menambahkan bahwa delegasinya lebih banyak beranggotakan unsur ekonomi.

Delegasi dalam rombongan tersebut masing-masing, Menteri Kelautan, Penerangan dan Telekomunikasi Zeljko Luzevac, Menteri Pariwisata Nico Bulic, Ketua Kamar Dagang dan Industri Kroasia Nadan Vidosevic, Menteri Ekonomi Davor Stem dan pimpinan perusahaan INA (minyak dan gas), “Koncar” (listrik) dan galangan kapal Kroasia.

Djoko Harjanto MA, kuasa usaha ad interim (KUAI) Kedubes RI Budapest, mengatakan kepada ANTARA, Kroasia melihat peluang kerjasama kedua negara di bidang industri, perminyakan, perkapalan, pembangkit tenaga dan pasok barang.

Bersamaan dengan kunjungan tersebut, menurut Djoko, direncanakan penandatanganan kerjasama di bidang ekonomi, teknologi serta lalu lintas udara.

Hubungan Indonesia-Kroasia, walaupun di bidang politik sangat memuaskan, tetapi, menurut Djoko, nilai perdagangan kedua negara masih tergolong rendah dan memiliki prospek untuk ditingkatkan.

Tahun 1996 nilai perdagangan kedua negara tercatat hanya tujuh juta dolar AS, sedangkan perdagangan dengan Malaysia pada periode yang sama tercatat 12 juta dolar AS.

Kroasia, negara berpenduduk 4,8 juta (sensus 1991) dikunjungi Presiden Seoharto pada Maret 1995 saat ibukota negara tersebut, Zagreb, masih bergejolak.

Sumber : ANTARA (28/02/1997)

_________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 263-264.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.