KUNJUNGAN KEHORMATAN PENGUSAHA MITSUI KEPADA PRESIDEN SOEHARTO

KUNJUNGAN KEHORMATAN PENGUSAHA MITSUI KEPADA PRESIDEN SOEHARTO [1]

 

Jakarta, Antara

Kelompok Pengusaha Mitsui dari Jepang merencanakan dalam waktu mendatang untuk menanam modalnya di Indonesia dalam berbagai bidang sebesar seribu juta Dollar Amerika.

Hal itu dikemukakan oleh E. Hashimoto ketua kelompok modal itu hari Rabu setelah diterima oleh Presiden Soeharto di Istana Merdeka.

Selanjutnya dikatakan bahwa sampai sekarang kelompok mereka telah menanamkan modalnya di Indonesia sebesar US$ 100 juta.

Rencana penanaman modal yang akan datang yang mereka perkirakan dalam waktu lima atau enam tahun mendatang ini dimaksudkan untuk proyek2 yang besar dalam berbagai bidang.

Kelompok Mitsui yang diterima Kepala Negara terdiri dari 19 orang yang masing2 mewakili bidang2 tertentu. al. perkapalan, perhutanan, pertambangan, dll.

Presiden Soeharto dalam kesempatan itu telah memberikan penjelasan mengenai Rencana Pembangunan Lima Tahun yang kedua di Indonesia dan hasil2 yang telah dicapai dalam Pelita Pertama yang sekarang tinggal satu tahun lagi.

Kelompok modal itu telah berada di Indonesia sejak hari Senin dan akan tinggal hingga hari Sabtu untuk mengadakan pembicaraan – pembicaraan dan penjajakan mengenai kemungkinan2 dalam bidang apa mereka dapat berusaha yang disesuaikan dengan rencana pembangunan di Indonesia.

Sebelum mengadakan kunjungan kepada Presiden Soeharto mereka telah pula mengadakan kunjungan kepada Wakil Presiden Hamengkubuwono.

Pada kesempatan itu Hashimoto menyampaikan kenang2an kepada Presiden Soeharto berupa suatu hiasan ruangan dari lak yang menggambarkan dua ekor burung Ho Oh yang diambil dari dongengan kuno Cina.

Presiden Soeharto juga menyampaikan kenang2an berupa seperangkat tempat rokok dari perak berukir buatan Yogya. (DTS)

Sumber: ANTARA (27/09/1973)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 236-237.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.