KROASIA GUNAKAN INDONESIA UNTUK MEMASUKI PASAR ASEAN

KROASIA GUNAKAN INDONESIA UNTUK MEMASUKI PASAR ASEAN[1]

 

Jakarta, Antara

Perdana Menteri Kroasia Zlatko Matesa menganggap Indonesia sebagai pintu untuk memasuki pasar Asia dan ASEAN khususnya karena pengaruh Indonesia yang penting baik di bidang ekonomi maupun politik di wilayah tersebut.

“Selama ini Uni Eropa merupakan pasar ekspor kami yang utama. Sekitar 70 persen produk kami diekspor ke negara-negara Uni Eropa, khususnya Jerman dan Italia.” ujar Perdana Menteri Matesa dalam wawancara di Jakarta, Kamis petang.

Kroasia bermaksud memperluas pasar bagi produknya khususnya ke wilayah ASEAN melalui Indonesia, yang dianggap mempunyai stabilitas politik yang mantap.

Matesa juga menawarkan negaranya untuk digunakan Indonesia sebagai pintu untuk memasuki pasar ke Eropa Timur.

“Kroasia dan Indonesia bisa saling menggunakan negara masing-masing sebagai pusat untuk menjalankan perdagangan di wilayah ASEAN dan Eropa Timur.” ujarnya.

Matesa dalam pertemuannya dengan Presiden Soeharto, Kamis pagi, antara lain menyatakan keinginannya membeli pesawat buatan IPTN.

“Pesawat ukuran sedang seperti yang diproduksi IPTN tersebut sangat kami butuhkan untuk mengangkut penumpang di dalam negeri. Tidak banyak saat ini perusahaan yang membuat pesawat ukuran sedang.” katanya.

Indonesia dan Kroasia sepakat untuk menjajaki penerapan sistem perdagangan imbal beli guna meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi kedua negara.

Menurut Perdana Menteri Matesa, Indonesia bisa membeli kapal penangkap ikan dan peralatan listrik dari Kroasia, sementara Kroasia membeli pesawat buatan IPTN. Zlatko Matesa menggambarkan suasana pertemuannya  dengan Presiden Soeharto sebagai sangat bersahabat dan amat bermanfaat,

“Apalagi Presiden Soeharto adalah salah satu tokoh kunci politisi dunia dan sangat berpengalaman.” ujarnya.

Menyinggung tentang Gerakan Non-Blok (GNB), Perdana Menteri Matesa mengatakan bahwa negaranya ingin mempertahankan statusnya di GNB sebagai pengamat.

“Sangat penting untuk selalu hadir dalam pertemuan-pertemuan GNB.” ujarnya, tanpa menyatakan keinginan untuk meningkatkan statusnya di GNB menjadi anggota penuh.

Ia mengatakan bahwa saat ini negaranya lebih berminat untuk menjadi anggota Uni Eropa.

“Namun proses untuk menjadi anggota Uni Eropa ini memerlukan waktu yang lama. Mungkin hingga akhir abad ini kami belum bisa menjadi anggota Uni Eropa.” katanya.

Zlatko Matesajuga menekankan pentingnya hubungan kebudayaan antara kedua negara.

“Tahun ini kami mengharapkan Indonesia akan mengadakan acara gelar budaya dan pemeran besar-besaran di Zagreb, tahun berikutnya kami yang akan menyelenggarakan pameran di Jakarta.” katanya.

Perdana Menteri Matesa tiba di Jakarta pada hari Rabu (26/2) untuk kunjungan kenegaraan hingga hari Minggu (2/3). Didampingi oleh tiga menterinya, Zlatko Matesa hari Jum’at akan mengunjungi IPTN, Bandung, dan akan menerusakan lawatannya ke Bali, sebelum kembali ke nagaranya.

Indonesia mengakui Kroasia pada tahun 1992 setelah negara tersebut memisahkan diri dari Yugoslavia. Presiden Soeharto berkunjung ke Kroasia dan Bosnia Herzegovina pada tahun 1995.

Sumber : ANTARA (27/02/1997)

_________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 257-258.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.