KRISIS DI INDONESIA JADI PELAJARAN

KRISIS DI INDONESIA JADI PELAJARAN[1]

 

 

Kuala Lumpur, Kompas

Ketua Partai Aksi Demokrasi (Democratic Action Party), Lim Kit Siang, dari pihak oposisi Malaysia, Selasa (19/5), menyatakan keyakinannya, krisis sosial politik di Indonesia sungguh menjadi petunjuk jelas bagi Pemerintah Malaysia tentang perlunya segera menggulirkan reformasi. Menurut dia, reformasi yang kini menjadi satu keniscayaan itu harus segera dilakukan demi bisa menghapus semua praktek kolusi, koncoisme (cronyism), dan penyalahgunaan kekuasaan.

“Krisis yang terjadi di Indonesia itu sekali lagi menunjukkan mutlak perlunya pemerintah segera melakukan reformasi skala besar dalam bidang politik, ekonomi, dan keuangan.” katanya di Kuala Lumpur kemarin.

Sementara dari Manila diberitakan, Presiden Filipina, Fidel V Ramos, kemarin mengatakan kepada kandidat presiden, Joseph Erap Estrada, agar mengambil pelajaran berharga dari kasus krisis sosial yang terjadi di Indonesia.

“Pemilihan umum bukanlah awal atau akhir dari semua upaya yang telah kata usahakan.” katanya kemarin.

Lim Kiat Siang mengartikan reformasi sebagai gerakan politik untuk mengembalikan kepercayaan rakyat kepada pemerintah di satu pihak dan sisi lain mengembalikan kredibilitas pemerintah di hadapan rakyat. Hal itu hanya bisa dicapai, jelasnya, bila Pemerintah Malaysia juga bergiat secara serius untuk terus menggulirkan reformasi di segala bidang.

“Pemerintah harus lebih peka mendengarkan semua aspirasi masyarakat daripada hanya berdiam diri dan semakin mengasingkan diri dari kehidupan sehari-hari rakyat seperti yang sering diungkapkan banyak pihak akhir-akhir ini.” jelasnya.

Harus dicegah

Kepada Estrada, Ramos mengatakan, Apa yang kini terjadi di Indonesia itu adalah seperti yang biasa saya katakan sebagai contoh kasus. Yakni, sebagai pemimpin nasional kita ini harus selalu satu. Jangan pernah orang sampai menyimpulkan, negara kita ini tengah terpuruk jatuh atau bangkrut, padahal yang nyatanya tidak.

“Kita bisa menunjukkan sekarang, situasi di sini lebih baik daripada negara tetangga kita.” tegasnya.

Presiden Fidel Ramos menerangkan nilai demokrasi ala Filipina yang dengan keunikannya sendiri berhasil menghindarkan rakyat Filipina dari krisis.

“Di kawasan Asia Timur ini, kebijakan yang konvensional merupakan satu- satunya demokrasi yang bernapaskan semangat otoritarianistik kalau boleh disebut demikian, karena itu baiklah kita memfokuskan diri ke sana agar berhasil.” jelasnya.

Sumber : KOMPAS (20/05/1998)

__________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 422-423.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.