KONTRAKTOR MINYAK ASING SENANG TINGGAL DI INDONESIA

KONTRAKTOR MINYAK ASING SENANG TINGGAL DI INDONESIA

Para kontraktor minyak asing merasa senang bekerja di Indonesia dengan keadaan yang stabil dan memberi keuntungan yang layak.

Selain itu mereka menyambut baik ajakan Presiden Soeharto seperti yang dikemukakan pada peringatan seratus tahun perminyakan Indonesia.

Hal itu dikemukakan Menteri Pertambangan dan Energi Subroto seusai mendampingi Presiden Soeharto di Istana Merdeka Jakarta Rabu menerima 99 orang industriawan minyak dunia yang sedang mengikuti Konvensi IPA (Asosiasi Perminyakan Indonesia) ke 14.

Presiden Soeharto pada peringatan Satu abad usaha pertambangan minyak dan gas bumi Indonesia yang berlangsung di Balai Sidang Senayan, Selasa menegaskan, Indonesia tetap membuka pintu dalam bekerja sama di bidang perminyakan. Dasar yang digunakan adalah keuntungan bagi kedua belah pihak atas dasar kewajaran dan keadilan.

Namun perusahaan asing yang bergerak di bidang perminyakan di Indonesia hendaknya mengusahakan dengan semangat, arah dan tujuan pembangunan Indonesia. Ini penting demi tercapainya kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak.

Menteri Subroto mengemukakan pula dalam dialog yang berlangsung satu jam itu, Presiden Soeharto menekankan kembali bahwa usaha pertambangan minyak di Indonesia demi kesejahteraan rakyatnya. Karena itu kita harus terus menerus mencari minyak.

“100 tahun sudah dibelakang dan kita kini sudah siap untuk 100 tahun mendatang”, kata Subroto mengutip Presiden.

Pada pertemuan itu hadir pula Menteri Perminyakan Pilipina Vilasco yang diundang untuk menghadiri peringatan satu abad perminyakan Indonesia.

Di Indonesia kini terdapat 39 kontraktor bagi hasil dan kontrak karya yang beroperasi pada 73 kawasan baik didaratan maupun lepas pantai dengan tenaga kerja sekitar 70 ribu orang. (RA)

 

Jakarta, Pelita

Sumber : PELITA (10/10/1985)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 186-187.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.