KONSORSIUM SIAP JUAL STIKER SEA GAMES XIX LEBIH TERBUKA

KONSORSIUM SIAP JUAL STIKER SEA GAMES XIX LEBIH TERBUKA[1]

 

Jakarta, Antara

Ketua Konsorsium SEA Games XIX, Bambang Trihatmojo mengatakan bahwa pihaknya siap melakukan penjualan stiker SEA Games XIX secara lebih terbuka agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan.

“Konsorsium siap melaksanakan penjualan stiker sendiri agar lebih transparan,” ujar Bambang Trihatmojo usai pertemuan dengan Menpora Hayono Isman dan Ketua Umum KONI Pusat, Wismoyo Arismunandar di Jakarta, Senin.

Menurut Bambang yang juga putra Presiden Soeharto, peredaran stiker SEA Games XIX nantinya juga akan dipersempit.

Sehari sebelumnya Presiden Soeharto menegaskan bahwa perlu dilakukan pembatasan pengedaran stiker SEA Games XIX agar pengawasannya dapat lebih dipermudah.

Peredaran stiker SEA Games XIX selama ini menimbulkan pro dan kontra karena kenyataan di lapangan menunjukkan adanya oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

“Presiden mengatakan sasaran pengedaran stiker SEA Games dilakukan untuk mempermudah kontrol,” kata Menpora usai pertemuan dengan Presiden Soeharto di Bina Graha, Senin.

Sebelumnya pihak konsorsium menyerahkan pengumpulan dana melalui stiker SEA Games dari para pelanggan listrik dan PT Telkom melalui telepon kepada pihak PT ARG.

Menurut Bambang, siap tak siap mereka harus melakukan pengedaran stiker SEA Games sendiri, guna menghindari terjadinya penyimpangan.

Diakuinya memang ada isu-isu penggelapan stiker, namun hingga kini belum terbukti.

“Ini hanya untuk menjaga agar tidak terjadi penyimpangan,” ujarnya.

Untuk itu, pihak konsorsium tidak akan memperpanjang kerjasama dengan ARG.

“Kami tidak akan mengunakan ARG lagi,” ujar Bambang menambahkan bahwa konsorsium akan melaksanakan pengumpulan dana stiker sendiri.

Menurut Bambang, demi kepentingan bangsa, mau tidak mau pihak ARG harus merelakannya. Dari hasil laporan hingga bulan Mei, pihak ARG baru berhasil menjual stiker sebesar Rp 3,7 miliar dari Rp 11 miliar yang mereka janjikan.

Selain itu, Bambang mengatakan bahwa ruang lingkup pengumpulan stiker SEA Games juga akan dipersempit, dan konsorsium akan membentuk tim khusus untuk mengelola pengedaran stiker di masyarakat dan menanti keputusan dari Mensos agar izin peredaran stiker dapat diperpanjang.

Sementara itu, Menpora Hayono Isman mengatakan dalam peredaran stiker SEA Games XIX nantinya sasarannya akan dipersempit.

“Yang utama bagaimana menghimpun dana bagi pelaksanaan SEA Games XIX di Jakarta pada bulan Oktober mendatang karena waktunya hanya tinggal beberapa bulan lagi,” ujar Hayono Isman.

Taati Setiap Keputusan

Semen tara itu, Enggartiasto Lukito, Ketua Bidang Promosi dan Usaha panitia penyelenggara SEA Games XIX mengatakan pihaknya akan mentaati setiap keputusan yang dikeluarkan oleh Presiden Soeharto khususnya tentang dipersempitnya pengedaran stiker SEA Games XIX.

“Mau tidak mau kita harus mentaati keputusan Bapak Presiden,” ujarnya sambil menambahkan bahwa pihaknya akan membentuk tim dalam melakukan pengumpulan dana melalui stiker.

Menurut Enggattiasto, pihak konsorsium akan tetap memberikan bantuan bagi Pelatnas SEA Games XIX dan pelaksanaan SEA Games yang diadakan pada bulan Oktober mendatang.

Hingga saat ini konsorsium telah mendrop dana jauh lebih besar dibandingkan dengan perjanjian sebelumnya yaitu mencapai Rp 22 miliar.

Diharapkannya pelaksanaan SEA Games akan berjalan dengan sukses dan para atlet juga terpacu untuk lebih berprestasi lagi serta peran masyarakat juga makin besar.

“Dibutuhkan satu komitmen dari semua pihak untuk dapat mensukseskan penyelenggaraan SEA Games XIX,” kata Enggattiasto Lukito.

(T/OK07/24/06/97   18:44/0K06/sf01)

Sumber: ANTARA (07/07I1997)

______________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 576-577.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.