KLIMATOLOGIS: IKLIM GLOBAL AKAN MENYIMPANG, PERLU PENDEKATAN IPTEK

KLIMATOLOGIS: IKLIM GLOBAL AKAN MENYIMPANG, PERLU PENDEKATAN IPTEK[1]

 

 

Jakarta, Antara

Kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan belakangan ini akan menyebabkan penyimpangan pola iklim dunia, untuk itu diperlukan langkah penanganan secara teknis di masa depan, demikian seorang peneliti iklim (klimatologis).

“Kebakaran hutan akan berdampak pada penyimpangan iklim dunia, kemungkinan dalam jangka waktu lima sampai sepuluh tahun mendatang,” kata klimatologis dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Tien Sribimawati kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Penyimpangan iklim tersebut kendati dapat dikategorikan dalam jangka waktu lambat disebabkan oleh terlepasnya partikel debu panas akibat kebakaran hutan, katanya.

Debu-debu panas hasil dedaunan dan ilalang yang terbakar terakumulasi dalam jumlah jutaan ton, kemudian terlepas ke udara untuk selanjutnya mengangkasa sampai atmosfer, katanya.

Ia memperkirakan proses terlepasnya jutaan ton partikel debu ke atmosfer akan mengubah interaksi pola iklim, salah satunya yang dapat dirasakan yakni terhambatnya terpaan sinar matahari ke bumi.

“Kebakaran hutan menyebabkan perubahan interaksi iklim global,” katanya.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pihaknya menyarankan agar ditempuh langkah pendekatan Iptek antara lain meningkatkan kualitas dan kuantitas data pemantauan iklim lewat satelit cuaca yang didukung sumberdaya manusia handal.

“Riset iklim kita masih dapat ditingkatkan, perlu dukungan peralatan dan sumberdaya manusia,” katanya.

 

Pelampung Elektronis

Untuk meningkatkan kualitas data pemantauan iklim terlebih dalam menghadapi fenomena El Nino diperlukan perangkat pendukung yakni sejumlah pelampung (buoy) elektronis yang dilepas di lautan.

Fungsi pelampung tersebut antara lain mengirim data tentang pola arus dan angin lautan ke satelit untuk kemudian dihasilkan data iklim. Citra iklim merupakan produk dari data yang dikirirnkan oleh satelit.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknologi lnformasi Sumberdaya alam (TISDA), lndroyono Susilo menyatakan, pihaknya akan menyelenggarakan konferensi internasional Iptek untuk Pengkajian Perubahan Lingkungan Global dan Dampaknya terhadap Benua Maritim Indonesia.

Konferensi yang diikuti puluhan pakar dalam dan luar negeri itu akan diadakan pada 10 sampai 12 November 1997, dan direncanakan dibuka oleh Presiden Soeharto.

Konferensi akan membahas empat topik masing-masing penelitian variabilitas iklim musiman antar tahunan dan prakiraannya, penelitian dan pengelolaan keanekaragaman hayati laut dan wilayah pantai, mitigasi dan pemantauan bencana, teknologi satelit, pesawat riset dalam mengelola bencana.

Pakar yang akan membawakan makalah masing-masing dari Indonesia, Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat.

(T.PU01115.30/B/DN04/23/10/97  16:55/RU2)

Sumber: ANTARA (06/11/1997)

________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 742-743.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.