KITA HARUS MEMILIKI WAWASAN JAUH KEDEPAN DALAM REPELITA IV

KITA HARUS MEMILIKI WAWASAN JAUH KEDEPAN DALAM REPELITA IV

Dalam pelaksanaan Repelita IV kita harus memiliki wawasan yang jauh ke depan, melampaui masa pelaksanaan Repelita IV itu sendiri. Sebabnya karena kerangka landasan yang akan diletakkan dalam Repelita IV akan mempunyai pengaruh yang besar bagi pelaksanaan Repelita-Repelita selanjutnya.

Karena demikian penting arti kerangka landasan yang akan diletakkan dalam Repelita IV itu maka berbagai masalah mendasar yang masih ada harus dapat dirampungkan dalam waktu lima tahun mendatang. Demikian amanat Presiden Suharto di hadapan para peserta Raker Departemen Agama tahun 1984, Sabtu yang lalu di Istana Negara.

Dalam kurun waktu Repelita IV itu kita harus dapat merampungkan masalah­masalah yang menyangkut pemantapan di bidang ideologi, pengaturan kehidupan sosial politik dan organisasi kemasyarakatan, perkuatan landasan ekonomi dan sosial budaya maupun pertahanan keamanan.

Pertumbuhan yang serasi dan saling menunjang antara bidang-bidang itu sekaligus akan memperkuat kerangka landasan yang harus terus diperkukuh untuk dapat melanjutkan pembangunan kita di masa depan.

Yakin bahwa tantangan-tantangan berat yang akan dihadapi dalam pelaksanaan Repelita IV itu pasti akan bisa diatasi sebaik-baiknya jika kita dapat terus meningkatkan daya kemampuan dalam melaksanakan pembangunan dan mampu terus menumbuhkan solidaritas nasional kita.

Presiden menekankan, kita memerlukan tumbuhnya solidaritas nasional yang tinggi. Kita memerlukan kerukunan yang sehat di mana yang besar tidak merasa dirugikan dan yang kecil tidak merasa ditekan.

Kita harus mengembangkan ketahanan nasional yang tangguh yang memungkinkan bangsa kita mampu mengembangkan segenap potensi dan daya bangunnya untuk mengejar ketertinggalan dan keterbelakangan kita. (RA)

Jakarta, Business News

Sumber : BUSINESS NEWS (26/03/1984)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 549-550.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.