KILAS BALIK PERISTIWA PENTING EKONOMI 1996

KILAS BALIK PERISTIWA PENTING EKONOMI 1996

 

Bulan September, tanggal :

3 – Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) gagal mencapai kesepakatan tentang nilai dan ukuran komponen yang akan dipasok industri komponen dalam negeri untuk pembuatan mobil nasional (mobnas) Timor.

5 – Para Dirjen Kepabeanan ASEAN menyetujui mekanisme dialog tetap dengan kalangan swasta karena menyadari pentingnya peranan kepabeanan dalam menciptakan sektor swasta yang efektif dan lancar.

10 – Pertemuan dua hari para pejabat tinggi ekonomi ASEAN (SEOM-ASEAN) di Jakarta berakhir tanpa mencapai kesepakatan tentang jadwal penurunan tarif produk pertanian yang masuk dalam daftar sangat sensitif, seperti beras dan gula.

Presiden Soeharto meresmikan pabrik semen Tonasa unit IV di Sulawesi Selatan yang berkapasitas 2,3 juta ton per tahun dan dibangun dengan investasi Rp 964 juta. Dengan unit baru itu, pabrik Tonasa akan menghasilkan semen 4 juta ton per tahun.

11 – Gubernur BI Soedradjad Djiwandono mengatakan, defisit transaksi berjalan Indonesia 1995/96 yang mencapai 6,9 miliar dolar AS atau 3,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), belum terlalu mengkhawatirkan. Defisit 1995/1996 itu naik tajam dari 1994/1995 yang hanya 3,5 miliar dolar AS.

Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) bank dari tiga persen menjadi lima persen, yang berlaku mulai 16 April 1997, serta meningkatkan “spread” kurs intervensi dari lima menjadi delapan persen.

Dewan AFTA pada pertemuan di Jakarta gagal mencapai kesepakatan mengenai jadwal pengunduran waktu liberalisasi perdagangan produk pertanian non-olahan. Masalah ini disepakati untuk dibahas oleh Sekretariat ASEAN.

Tetapi pada pertemuan itu disepakati mengenai persetujuan Surat Keterangan Asal (SKA) dalam perdagangan intra-ASEAN untuk komoditi tekstil dan produk tekstil (TPT).

Para menteri ekonomi ASEAN pada pertemuan ke-28 di Jakarta (AEM), yang dibuka Presiden Soeharto, sepakat agar masalah non-ekonomi seperti isu korupsi dan isu sosial tidak dibicarakan pada pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Singapura, Desember 1996.

Mereka juga menyepakati diberlakukannya Skema Kerjasama Industri ASEAN (ASEAN Industrial Cooperation-AICO) mulai 1 November 1996.

Pertemuan menteri-menteri ekonomi ASEAN (AEM) ke-28 di Jakarta itu menyetujui pemberian pengecualian kepada Indonesia dalam menentukan tarif bea masuknya atas beras dan gula, mulai tahun 2010 dan 2020 menjadi nol hingga lima persen.

Bulog merencanakan mengimpor 20.000 ton minyak goreng dari Malaysia dalam upaya menjaga stabilitas harga minyak goreng di dalam negeri.

Para menteri ekonomi ASEAN dan menteri-menteri dari Australia dan Selandia Baru yang tergabung dalam “Closer Economic Relation (CER)” menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) mengenai standar dan penyeragaman kerjasama ekonomi antara ASEAN dan CER.

Biro Pusat Statistik (BPS) memperkirakan pertumbuhan penanaman modal asing tahun 1996 dan 1997 akan melambat menjadi 15 persen dibanding tahun 1995 yang mencapai 25 persen, sementara tingkat inflasi tahun 1996 dan 1997 diperkirakan masih tetap di atas delapan persen.

Sebanyak 72 perusahaan eksportir Indonesia terkena tuduhan dumping dari sepuluh negara tujuan ekspor.

Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) kembali menerbitkan “floating rate notes” (FRNs), atau obligasi dalam mata uang dolar AS, senilai 90 juta dolar yang merupakan realisasi pinjaman komersial luar negeri (PKLN) bank pemerintah untuk tahun 1996/97.

27 – Kelompok Citra menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan pembangun jalan tol China terkemuka, Zhanjiang Expressway Company (ZEC), untuk membangun jalan tol Wuchuan-Suixi-Xuwen sepanjang 166,34 km di Provinsi Guang Dong, China.

Sumber : ANTARA (21/12/1996)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 550-552.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.