KILAS BALIK OLAHRAGA OKTOBER 1997

KILAS BALIK OLAHRAGA OKTOBER 1997[1]

 

 

Jakarta, Antara

Berikut ini kilas balik peristiwa penting olahraga selama bulan Oktober 1997:

  • (5/10) Klub Bandung Raya yang merupakan juara Liga Indonesia 1994/1995, mengundurkan diri untuk musim kompetisi Liga Indonesia 1996/1997 karena mengalami masalah keuangan.
  • (5/10) Tim sepakbola Indonesia mengawali penampilannya pada SEA Games XIX dengan mengalahkan Laos 5-2 di Stadion Utama Senayan Jakarta.
  • (5/10) Regu tenis Perancis menjuarai turnamen tenis beregu putri dunia Piala Federasi setelah mengalahkan tuan rumah Belanda 3-1 di Den Bosch.
  • (7/10) Tim sepak bola Indonesia ditahan imbang 2-2 oleh Vietnam dalam pertandingan penyisihan grup SEA Games XIX di Senayan Jakarta.
  • (8/10) AFC mendesak PSSI untuk memperketat keamanan di Stadion Senayan selama SEA Games XIX, setelah terjadi gangguan oleh penonton ketika pertandingan Indonesia melawan Laos dan Vietnam.
  • (8/10) Prosesi penyulutan Api PON dimulai oleh Menpora Hayono Isman dalam suatu upacara di halaman kantor Sekretariat ASEAN Jakarta.
  • (9/10) Tim sepakbola Indonesia mencatat kemenangan mengesankan dengan menundukkan Malaysia 4-0 pada pertandingan babak penyisihan SEA Games XIX di Senayan Jakarta.
  • (11/10) Presiden Soeharto meresmikan dimulainya Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) XIX di Jakarta. Upacara pembukaan SEA Games XIX juga dimeriahkan oleh berbagai atraksi tari-tarian nusantara. SEA Games XIX diikuti sekitar 5000 atlet dari 10 negara.
  • (12/10) Atlet dayung putra Indonesia, Armin, berhasil meraih medali emas pertama SEA Games XIX setelah menjuarai nomor kayak-1 1000m di Waduk Jatiluhur, Jabar.
  • (13/10) Pelari putri Indonesia Supriyati mencetak prestasi gemilang di cabang atletik SEA Games XIX ketika berhasil merebut emas nomor 5000 putri, sekaligus membuat rekor baru SEA Games.
  • (13/10) Lifter Thailand Suta Khassarapom memecahkan rekor dunia untuk clean & jerk kelas 59 kg putri dengan angkatan 125 kg pada cabang angkat besi SEA Games XIX di Jakarta. Ia melampaui rekor lama 124 kg atas nama lifter China Xiu Xiongying. Rekor dunia oleh Khassarapom tersebut merupakan satu-satunya yang terjadi pada SEA Games XIX tersebut.
  • (13/10) Tanpa diperkuat Yayuk Basuki, regu tenis putri Indonesia yang terdiri atas Liza Andriyani, Wukirasih, Irawati Moerid dan Wynne Prakusy a mampu meraih medali emas SEA Games XIX dengan mengalahkan Thailand di fi­nal.
  • (13/10) Perenang putri Indonesia Rita Mariani membuat kejutan ketika mampu mengalahkan ratu renang Asia Tenggara Yoscelin Yeo dari Singapura pada lomba 100m gaya dada SEA Games XIX.
  • (14/10) Atlet Thailand, Vissanu Sopanich menjadi manusia tercepat Asia Tenggara setelah berhasil meraih medali emas nomor bergengsi 100 meter putra pada lintasan atletik SEA Games XIX dengan catatan waktu 10,45 detik.
  • (14/10) Atlet angkat besi China Yang Xia memecahkan rekor dunia di kelas 54 kg pada Pekan Olahraga Nasional kedelapan China di Shanghai dengan angkatan snatch 100 kg, clean & jerk 132,5 kg, dan total 232,5 kg.
  • (16/10) Indonesia berjaya pada cabang tinju SEA Games XIX dengan meraih enam medali emas. Thailand mendapat empat emas dan Filipina satu emas.
  • (16/12) Kota Pusan di Korea Selatan secara resmi mencalonkan diri untuk menyelenggarakan Olimpiade musim panas tahun 2008.
  • (17/10) Atlet balap sepeda Indonesia merebut medali emas kelima pada SEA Games XIX dengan menjuarai nomor Individual Road Race 70 km putri. Sebelumnya Nurhayati juga meraih emas untuk nomor ITT 20 Km, sprint, fudividual Pursuit dan Point Race.
  • (17I10) Pertandingan cabang renang SEA Games XIX berakhir. Indonesia meraih 10 medali emas yang merupakan peningkatan luar biasa dibanding pada SEA Games XVIII. Ketika itu Indonesia hanya mengantongi tiga emas.
  • (18/10) Untuk pertama kali Indonesia meraih medali emas dari cabang sofbol SEA Games setelah tim putra Indonesia di final mengalahkan Filipina.
  • (18/10) Kebelasan Thailand merebut medali emas sepak bola putra SEA Games XIX setelah dalam pertandingan final di Stadion Utama Senayan Jakarta mengalahkan tuan rumah Indonesia melalui adu penalti 5-3.
  • Kerusuhan penonton terjadi saat final sepakbola antara Thailand dan Indo­nesia di Senayan sehingga pertandingan sempat terhenti hampir satu jam. Penonton melakukan perusakan di dalam maupun di luar stadion, terutama setelah tim Indonesia kalah.
  • (18/10) Indonesia menyapu bersih tujuh medali emas yang disediakan pada cabang bulu tangkis SEA Games XIX.
  • (19/10) SEA Games XIX berakhir dan ditutup oleh Menko Kesra Azwar Anas. In­donesia tampil sebagai juara umum dengan mengantongi 194 emas, 101 perak dan 115 perunggu.
  • (19/10) Brunei Darussalam secara resmi ditetapkan sebagai tuan rumah SEA Games XX tahun 1999.
  • (26/10) Tim sepakbola Korea Selatan memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 1998 setelah posisinya dalam klasemen babak kualifikasi zona Asia tidak mungkin terkejar lagi oleh tim lain.
  • (27I 10) Atlet Balap sepeda Indonesia, Tonton Susanto terbukti melakukan doping ketika tampil di SEA Games XIX setelah hasil tes urinenya positif mengandung obat terlarang.
  • (30/10) Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi kepada PSSI berupa denda 8.000 dolar AS dan larangan menggelar pertandingan internasional di Stadion Senayan selama enam bulan. Sanksi tersebut berkaitan dengan terjadinya kerusuhan penonton pada pertandingan final SEA Games XIX antara Indonesia dan Thailand.

(T.OK04/22/7 12:21/0K03/23/12/97 15:45/SD01)

Sumber: ANTARA(30/12/1997)

______________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 653-655.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.