KHIDMAT, TAHLILAN SETAHUN IBU TIEN HARI INI PAK HARTO NYEKAR KE SOLO

KHIDMAT, TAHLILAN SETAHUN IBU TIEN HARI INI PAK HARTO NYEKAR KE SOLO[1]

 

Jakarta, Media

Presiden Soeharto bersama keluarga semalam memperingati satu tahun wafatnya Ibu negara Ny. Hj. RA Siti Fatimah Hartinah Soeharto, di kediaman Jalan Cendana.

Peringatan mendhak pisan (satu tahun) yang dilakukan berdasarkan penanggalan Islam/Jawa ini dihadiri juga oleh Wapres dan Ibu Tuti Try Sutrisno, mantan Wapres Umar Wirahadikusumah dan Ibu Karlina serta mantan Wapres Sudharmono dan Ibu Emma Norma, para menteri Kabinet Pembangunan VI. KSAD Jenderal TNI Hartono, dan Gus Dur serta para kerabat lainnya.

Peringatan haul ini diawali dengan shalat maghrib berjamaah dilanjutkan dengan tadarus Al-Quran sebanyak 30 juz oleh jamaah As-syafi’iyyah dan shalat Isya bersama. Setelah itu, dilanjutkan dengan tahlilan yang dipimpin oleh KH Syaefuddin.

Seusai tahlilan, Presiden Soeharto mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada hadirin yang dengan ikhlas mendoakan almarhumah Ibu Tien.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas segala doa untuk almarhumah. Kami tidak dapat membalasnya kecuali harapan semoga amal Bapak, Ibu dan Saudara mendapat balasan yang berlimpah dari Tuhan Yang Maha kuasa.” ungkap Pak Harto.

Pada kesempatan itu Pak Harto mengungkapkan bahwa sebagai manusia biasa. Ibu Tien juga tidak lepas dari segala kekurangan. Karena itu, Pak Harto mengharapkan agar dapat diambil contoh yang baik-baik dari almarhumah Ibu Tien semasa masih hidup.

Presiden mengemukakan peringatan ini akan dilanjutkan hingga mendakpindo tahun depan sampai 1.000 hari. Setelah seribu hari itu, Pak Harto akan memasang tenger (tanda peringatan) di pusara, dan melakukan kijing (pemasangan batu nisan) di atas makam Ibu Tien Soeharto.

Pagi ini, Presiden beserta keluarga dijadwalkan akan terbang menuju Solo dan siangnya nyekar (berziarah) ke makam Ibu Tien Soeharto di Astana Giri Bangun, Karang Anyar.

Sementara itu, untuk mengenang jasa almarhumah Ibu Tien, Kepala Negara, akhir April akan meresmikan Baitul Qur’an di Taman Mini Indonesia Indah. Semasa hidupnya, Ibu Tien sangat mendambakan Indonesia memiliki Baitul Qur’an. Sementara itu, upacara peringatan satu tahun wafatnya Ibu Tien Soeharto di Dalem Kalitan Solo semalam berlangsung khusyuk dan khidmat. Sekitar 1.000 santri dipimpin KH Luqman Suryani, dari Kantor Depag Solo, membaca tahlil dengan penuh tawadu.

Turunnya hujan deras sebelum upacara tahlil dimulai, tidak menyurutkan para santri untuk tidak hadir. Mereka sejak pukul 18.00 sudah berduyun-duyun memasuki Dalem Kalitan. Yang tidak kebagian tempat duduk di pondopo tetap dengan setia duduk di kursi yang ada di halaman. Dinginnya udara pada malam tahlil, membuat mereka tetap larut dalam doa bersama, untuk arwah Ibu Tien. Pada upacara peringatan kali ini, tidak satu pun putra atau putri Pak Harto yang ikut hadir. Pihak keluarga Presiden Soeharto, hanya di wakili oleh Probosutedjo, Soekamdani Sahid, Gito Sardjono dan isteri. Tahlilan ini juga dihadiri oleh Gubernur Jateng Suwardi, Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Soebagyo HS, Kapolda Jateng Mayjen Pol Harimas AS dan Muspida se-Karesidenan Solo.

Sementara itu, para wartawan yang meliput upacara peringatan Mendak Pisan wafatnya Ibu Tien yang berharap banyak bisa bertemu RA Ardhia Pramesti Regita Cahyani terpaksa harus gigit jari. Kabar yang menyebutkan bahwa calon istri Tommy Soeharto akan ikut hadir di dalam bertahlil, ternyata tidak menjadi kenyataan.

Sumber : MEDIA INDONESIA (16/04/1997)

____________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 682-684.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.