KHIDMAT, PERINGATAN DETIK-DETIK PROKLAMASI DI ISTANA

KHIDMAT, PERINGATAN DETIK-DETIK PROKLAMASI DI ISTANA[1]

 

 

Jakarta, Antara

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Halaman Istana Merdeka, Selasa pagi, yang dipimpin Presiden Soeharto berlangsung khidmat namun tetap semarak. Acara pokok peringatan HUT Proklamasi Indonesia ini adalah pembacaan Naskah Proklamasi oleh Ketua MPR/DPR Wahono, mengheningkan cipta yang dipimpin Kepala Negara, pembacaan doa oleh Menteri Agama Tarmizi Taher, serta penaikan bendera Merah Putih.

Tepat pukul lO.OO WIB, terdengar suara dentuman meriam yang ditembakkan dari Taman Monas serta sirine. Komandan upacara adalah Kolonel Infantri Sumardi, sedangkan pembawa bendera asli dan duplikatnya masing-masing adalah R Susanti dan B lmadianis.

Para pelajar yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), seperti tahun-tahun sebelumnya, mengenakan seragam putih-putih dikawal prajurit -prajurit yang mengenakan baju lengan panjang berwarna merah dan celana berwarna putih.

Suasana di Istana Merdeka dan di sekitarnya terasa hening ketika Sang Saka Merah Putih dinaikkan dan pada saat itu Korps Musik ABRI memperdengarkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Acara resmi yang hanya berlangsung sekitar 20 menit itu dihadiri lbu Tien Soeharto, Wapres Try Sutrisno dan lbu Sutrisno, Ketua DPA Sudomo, Ketua MA Purwoto Gandasubrata, para menteri serta anggota korps diplomatik. Sejumlah tokoh nasional juga hadir antara lain mantan Ketua MPR Jenderal (Pur) Abdul Haris Nasution dan Ny. Nasution, mantan Ketua DPA Maraden Panggabean, dan mantan Ketua MPR/DPR Kharis Suhud.

Punya Makna

Seusai acara peringatan Detik-Detik Proklamasi, di Ruang Jepara berlangsung acara ramah tamah antara Presiden dan lbu Tien, Wapres Try Sutrisno dan lbu Tuti dengan AH Nasution, Ny. Hartini, Ny. Rachmi Hatta, serta beberapa putra-putri almarhum bung Karno.

Mensesneg Moerdiono mengatakan kepada pers selesai pertemuan itu bahwa pertemuan antara Kepala Negara dengan AH Nasution tentu mempunyai makna karena keduanya adalah pemimpin masyarakat.

“Saya merasa berbahagia, karena Pak Nas datang,” kata Moerdiono. Sebelumnya dikabarkan mantan Ketua MPRS ini tidak dapat datang karena kesehatannya sedang terganggu.

Pada pertemuan ini, Presiden Soeharto menanyakan kesehatan Nasution. Kepala Negara, kata Moerdiono, memerintahkan pimpinan Rumah Sakit TNI-AD Gatot subroto untuk terus memantau kesehatan Nasution.

“Pak Harto melayani Pak Nasution. Saya melihat Pak Nas minum air putih yang diambilkan oleh Presiden,” kata Moerdiono ketika melukiskan pertemuan ini.

Ia mengatakan kehadiran Nasution yang merupakan tokoh nasional adalah hal yang lazim, seperti halnya kehadiran putra-putri almarhum Bung Karno seperti Guntur, Guruh dan Kartika.

Nasution yang diundang oleh Moerdiono selaku Ketua Panitia Nasional Peringatan HUT Kemerdekaan RI menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kepala Negara atas undangan ini. (T/ EU02/PU01/17/08/93 13:35)

Sumber:ANTARA(17/08/1993)

_____________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 855-857.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.