KETUA MPR HARMOKO: BANGSA INDONESIA SEBENARNYA TAHAN UJI

KETUA MPR HARMOKO: BANGSA INDONESIA SEBENARNYA TAHAN UJI

 

Jakarta, Suara Pembaruan

Ketua MPR H. Harmoko menegaskan, dalam hal menyangkut penetapan Undang-Undang Dasar, MPR sejak awal Orde Baru telah bertekad untuk mempertahankan UUD 1945 tidak berkehendak dan tidak akan melakukan pengubahan terhadapnya serta akan melaksanakan mumi dan konsekuen.

Penegasan itu disampaikan dalam pidato pembukaan Sidang Umum MPR tahap II Minggu (1/3) pagi di Rapat Paripurna ke-5 MPR RI, di Jakarta. Rapat juga langsung dihadiri oleh Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Try Sutrisno.

Didampingi empat Wakil Ketua MPR, yakni dr Abdul Gafur, Ismail Hasan Metareum, Letjen TNI Syarwan Hamid, Fatimah Achmad dan Pudjono Pranyoto, lebih lanjut Ketua MPR mengatakan berkenaan dengan hal tersebut dalam Sidang Umum ini, majelis akan merumuskan ketetapan majelis tentang Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan ketetapan lain yang kelak menjadi haluan dalam pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. Majelis juga akan memilih dan mengangkat putra terbaik bangsa sebagai Presiden/Mandataris MPR dan Wakil Presiden.

Dikemukakan, dalam melaksanakan tugas-tugas konstitusional itu berdasarkan Pasal 40 Peraturan Tata Tertib MPR dan Keputusan Majelis Nomor IV/MPR/tahun 1997, majelis telah menugaskan badan pekerja majelis antara lain menyiapkan rancangan keputusan majelis dan rancangan ketetapan majelis sebagai bahan permusyawaratan SU tahap II ini.

Semua itu, kata Harmoko, melalui proses musyawarah yang demokratis akan ditetapkan sebagai Ketetapan Majelis. Dengan mekanisme seperti itu, bangsa kita telah mantap dalam melaksanakan demokrasi Pancasila.

Pada bagian lain pidatonya, Harmoko mengingatkan, memasuki abad ke-21, Indonesia menghadapi tantangan yang makin besar dan berat berkaitan dengan krisis moneter dan ekonomi, Maka tidak ada pilihan lain bagi majelis, untuk memaknai SU ini dengan produk dan karya yang memenuhi harapan masyarakat, khususnya dalam mengatasi hal tersebut.

Dalam menghadapi cobaan ini, Ketua MPR mengharapkan agar kita jangan sekali­-kali kehilangan kepercayaan diri. Bangsa Indonesia sebenarnya bangsa yang tahan uji dan tahan menghadapi cobaan dan bantingan.

Pada hari pertama Sidang Umum MPR, majelis telah menyetujui jadwal acara persidangan yang berlangsung mulai tanggal 1 hingga 11 Maret.

Berdasarkan daftar hadir yang diterima dari Setjen MPR RI, Harmoko mengatakan, Sidang Paripurna kali ini dihadiri oleh 997 anggota dari 1.000 anggota majelis, Tiga anggota MPR dikatakan oleh Harmoko telah meninggal dunia. Mereka adalah KH Latief Mochtar MA dari F-PP, Jenderal TNI (Purn) Soesilo Soedarman dari F-KP, dan Drs. Nurdin Abdurrachman dari F-KP. Tim Pembaharuan.

Sumber: SUARA PEMBARUAN (01/03/1998)

__________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 50-51.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.