KETUA DPR RI BUKA PERSIDANGAN KE-1 1987/88

KETUA DPR RI BUKA PERSIDANGAN KE-1 1987/88

 

 

Ketua DPR/MPR H. Amir Machmud menegaskan, DPR sebagai salah satu supra struktur politik di Indonesia ikut memainkan peranan yang menentukan dalam menciptakan stabilitas nasional sehingga kesinambungan pembangunan tidak terganggu.

Tugas-tugas yang diemban DPR dapat berhasil baik karena DPR selalu konsekuen terhadap hakekat Orde Baru dan berpegang teguh kepada mekanisme kepemimpinan nasional, kata Ketua Dewan ketika membuka masa persidangan ke-I tahun sidang 1987-88 di gedung DPR/MPR Jakarta Sabtu.

Sidang ini dilanjutkan dengan pidato kenegaraan Presiden Soeharto dalam rangka peringatan HUT kemerdekaan RI ke-42.

Dalam suasana sidang paripurna yang khidmat dihadiri 423 anggota dewan, Presiden, Wakil Presiden, pimpinan/anggota lembaga tertinggi/tinggi negara, para menteri kabinet pembangunan IV, para dubes/kepala perwakilan negara sahabat, Amir Machmud menguraikan hasil-hasil yang dicapai dan hendak dicapai DPR.

Selama periode 1982-87 sampai dengan hari ini, menurut Amir Machmud, dewan telah berhasil menyediakan 44 RUU yang telah disahkan menjadi Undang-Undang.

Apabila RUU tentang protokol dan RUU tentang perubahan undang-undang nomor 6 tahun 1982 tentang hak cipta dapat disahkan menjadi undang-undang oleh dewan periode ini, maka jumlah undang-undang yang disetujui untuk disahkan menjadi 46.

Di antara ke-44 RUU yang telah disahkan, 16 RUU berkaitan dengan anggaran (lima RUU tentang APBN, lima RUU tambahan dan perubahan APBN dan enam RUU perhitungan anggaran negara), lima RUU bidang politik, tiga RUU bidang perpajakan, satu RUU bidang hukum, yakni RUU tentang peradilan tata usaha negara.

Ketua Dewan sangat mengharapkan agar konsep pelbagai RUU tersebut benar-­benar mendapat penanganan utama oleh pemerintah.

Ketua dewan, dalam pidatonya juga mengungkapkan, dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, DPR sering mendapatkan sorotan tajam dari sementara anggota masyarakat, diantaranya anggapan DPR adalah stempel pemerintah.

Ketua DPR juga menegaskan, bahwa pintu DPR tetap terbuka didalam menampung aspirasi masyarakat, sepanjang aspirasi itu tidak bertentangan dengan Pancasiladan UUD 1945.

Ketua dewan menjelaskan, bahwa dalam menangani berbagai permasalahan pimpinan dewan selalu kompak dan utuh dan hubungan pimpinan DPR dengan fraksi­fraksi serta alat-alat kelengkapan dewanpun berjalan selaras dan serasi.

Upacara pembukaan sidang paripurna yang dilanjutkan pidato kenegaraan Presiden ini dimulai tepat pukul 10.00 wib, diawali dengan lagu Indonesia Raya dan pengheningan cipta, dan disiarkan secara langsung oleh RRI dan TVRI.

Upacara yang khidmat ini juga dihadiri oleh warga masyarakat teladan seluruh Indonesia, yang terdiri atas 58 dosen, 108 guru, 58 mahasiswa, 27 orang peserta lomba penelitian ilmiah remaja, 54 siswa SMTP/SMTA, 27 kepala desa/lurah, 27 penggerak PKK, 27 ketua LKMD tingkat desa, 27 dokter, 27 orang para medis, 27 juru penerang berprestasi tinggi, 20 transmigran/kepala suku, 27 manajer koperasi/KUD,- 27 pekerja sosial masyarakat karang taruna, 54 pengelola program keluarga berencana nasional, lomba karya ilmiah remaja nasional 20 orang. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (15/08/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 189-190.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.