KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI INDONESIA DIPUJI LUAR NEGERI

KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI INDONESIA DIPUJI LUAR NEGERI[1]

 

Wonosobo, Antara

Para negarawan maupun tokoh agama dari luar negeri, memuji suasana kerukunan umat beragama di Indonesia sebab landasan negara Pancasila dianggap sebagai sarana pemersatu bangsa yang rakyatnya menganut berbagai agama.

Menteri Agama H. Tarmizi Taher mengemukakan hal itu saat bertatap muka dengan ulama dan umaro se-Kabupaten Wonosobo, Jateng di Pondok Pesantren Al­Asy’ariyyah, Kalibeber, Kamis malam.

“Suasana kerukunan umat beragama di Indonesia saat ini justru telah berkembang di beberapa negara anggota ASEAN.” kata Tarrnizi Taher.

Oleh karena itu, kata Tarrnizi, terhadap suasana kerukunan yang sudah mantap ini jangan dinodai, bahkan jika ada kelompok umat yang masih mengotak-atik sektarian itu adalah kuno.

Dia mengharapkan agar umat Islam di Indonesia agar senantiasa menghayati ajaran Al-quran secara benar dan konsekuen.

Ia mengatakan bahwa sudah sepantasnya apabila ABRI maupun ulama di Indonesia tidak takut-takut untuk menegakkan serta melestarikan ajaran Al-Quran, sebab dengan kesungguhan hati dalam menegakan ajaran tersebut tumbuh rasa ketidaktakutan terhadap mati.

Ia mencontohkan, tetap tegarnya para pejuang maupun ulama Indonesia dalam menegakan ajaran Al-Quran dengan mengumandangkan pekik “allahuakbar” saat terjadi pertempuran hebat di Surabaya disusul pada penumpasan G30S/PKI.

Kepada orang tua diharapkan juga membudayakan shalat berjamaah bersama keluarga sebab tradisi seperti itu merupakan salah satu cara untuk menciptakan ketahanan keluarga.

13 Bulan

Pengasuh Ponpes Kalibeber, Wonosobo, K. H Muntoha mengatakan Al-Quran raksasa pesanan Menteri Agama tersebut dibuat dalam waktu 13 bulan. Al-Quran serupa juga pemah dibuat para santri dari Ponpes setempat bahkan sudah diberikan kepada Presiden Soeharto. Ukuran panjang Al-Quran tersebut mencapai dua meter, lebar 1,5 meter dan merupakan Al-Quran raksasa satu-satunya di dunia.

Khusus untuk Al-Quran yang surat akhirnya ditulis oleh Menteri Agama Tarmizi Taher menurut rencana akan diserahkan kepada Raja Fadh dari Arab Saudi, sedangkan yang diberikan kepada Presiden Soeharto akan ditempatkan di Baitul Quran Taman Mini Indonesia Indah.

Sumber : ANTARA (23/09/1996)

______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 624-625.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.