KERUKUNAN AGAMA DI INDONESIA DIPUJI INTERNASIONAL

KERUKUNAN AGAMA DI INDONESIA DIPUJI INTERNASIONAL[1]

 

 

Padang, Antara

Kerukunan Agama di Indonesia telah mendapat pujian masyarakat internasional, antara lain karena terbebasnya bangsa ini dari konflik agama, kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Ir. H.Azwar Anas.

Menjawab pertanyaan ANTARA di Bandara Tabing Padang, Senin malam, Azwar Anas mengatakan, para pemimpin dunia banyak yang heran berkaitan terciptanya kerukunan Agama di Indonesia yang sedemikian baiknya.

“Kerukunan agama memang terus meningkat dari tahun ke tahun dan bangsa Indonesia perlu berbangga terhadap pujian pihak luar negeri tersebut.” katanya.

Menurut dia, di luar negeri tidak mudah menciptakan kerukunan agama dan seringkali masalah ini menimbulkan berbagai permasalahan yang pelik yang menjurus kepada perang saudara.

“Kita di Indonesia walaupun terdiri dari lima agama tetapi bisa hidup rukun serta senasib dan sepenanggungan dalam membangun negara dan bangsa Indonesia.” kata Azwar Anas.

Menurut dia, kiat yang dilakukan Menteri Agama Dr. Tarmizi Taber dalam mengarsiteki bingkai kerukunan agama, Azwar Anas mengatakan, ide Menteri Agama itu sangat konstruktif.

Namun, katanya, kerukunan agama yang sudah tercipta di Indonesia perlu dipupuk, dipelihara dan dikembangkan semaksimal mungkin sehingga bangsa ini terbebas dari desintegrasi di masa datang.

“Gagasan dan ide Menteri Agama tentang anatomi dan bingkai kerukunan perlu disosialisasikan terus, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.” kata Menko Kesra.

Ia menjelaskan bahwa kondisi kerukunan agama di Indonesia memang sedemikian menggembirakan terbukti dengan terbebasnya bangsa Indonesia dari berbagai konflik antar Agama.

Dengan iklim yang sangat kondusif seperti itu, menurut Menko Kesra, pemerintah Indonesia dibawah kendali Presiden Soeharto akhirnya dapat berpacu melaksanakan pembangunan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Semuanya ini harus kita syukuri sebagai nikmat yang sangat besar artinya bagi bangsa Indonesia yang sangat majemuk namun dapat memelihara persatuan,” kata Menko Kesra.

(U.PDG-002/PDG-001/DN-03/C/  8/04/97 13:09/RE2)

Sumber: ANTARA (08/04/1997)

_______________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 523-524.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.