KERJASAMA RI-RFJ TELAH BERJALAN BAlK

KERJASAMA RI-RFJ TELAH BERJALAN BAlK

 

 

Bonn,Anagkatan Bersenjata

Presiden Soeharto yakin bahwa-pertuk:aran pandangan antara pemerintah Indonesia dan Republik Federal Jerman selama lawatannya akan menumbuhkan saling pengertian yang mendalam dan memperkuat persahabatan dan kerjasama untuk kemajuan dan kebaikan kedua bangsa

Keyakinannya itu dikemukakan dalarn pidato balasannya pada acara jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Federal Jerman, Dr.Richard von Weizsaecker di Schloss Augustusburg, Bruehl, Bonn, Rabu.

Kepala Negara juga mengharapkan agar RFJ akan tetap memperhatikan pembangunan, Indonesia yang dalam waktu mendatang akan memperlihatkan pembangunan yang lengkap dan kemajuan ekonomi dalam skala yang cukup tinggi.

Presiden Soeharto yakin bahwa ketjasama antara kedua negara telah berjalan baik dengan saling pengertian yang utuh. Perdagangan timbal balik telah meningkat, sekalipun masih tetap diperlukan langkah-langkah untuk menyempurnakan perdagangan yang berimbang.

Adanya ribuan pelajar Indonesia yang belajar di Jerman, menurut Presiden, telah menggali berbagai keahlian dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat bermanfaat bagi pembangunan Indonesia di masa mendalang.

Sementara itu Presiden Dr. Richard von Weizsaecker menilai bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Soeharto sebagai pertanda eratnya hubungan kedua negara. “Berkat jasa-jasa pribadi Presiden Soeharto, Indonesia sejak lama telah melancarkan politik luar negeri yang aktif sebagai politik perdamaian,” katanya.

Dia juga menghargai peranan Presiden Soeharto dalam ASEAN, PBB, kegiatan negara-negara Non Blok dan Konperensi Negara-negara Islam. “Upaya Presiden Soeharto sebagai perantara yang adil, dalam mencari pemecahan persoalan secara damai dalam konflik Kamboja merupakan suatu teladan yang tiada bandingannya ,”katanya ketika memberikan jamuan santap siang Rabu beberapa saat setelah Presiden Soeharto tiba di Bonn.

Selanjutnya dikatakan, penyelesaian konflik Kamboja merupakan syarat utama untuk membangun ekonomi dikawasan Asia Tenggara.

 

Indonesia Sambut Baik

Presiden Soeharto menegaskan, bahwa Indonesia menyambut baik transformasi politik dan ekonomi yang telah berlangsung diEropa Tengah dan Timur sesuai dengan aspirasi rakyat yang menginginkan kemerdekaan, demokrasi, kemakmuran dan keadilan sosial. “Kami melihat perkembangan ini sebagai satu kesempatan untuk menuju ke arah perdamaian dunia dan kemanusiaan,” kata Presiden.

Indonesia, katanya lebih jauh, juga menyambut baik Piagam Paris yang telah ditandatangani oleh seluruh anggota Konperensi Perdamaian dan Kerjasama Eropa bersama-sama dengan Persetujuan Pengurangan Senjata Konvensional antara NATO dan Pakta Warsawa bulan Nopember 1990 di Paris.

Persetujuan tersebut sangat penting ke arah tercapainya pengurangan ketegangan dan konflik regional melalui dialog dan negosiasi. Penyelesaian telah mulai ditemukan. terhadap berbagai sumber konflik di berbagai kawasan. Di kawasan Asia Tenggara, kata Presiden Soeharto, usaha-usaha untuk mencapai satu penyelesaian damai dan komprehensif terhadap  masalah Kamboja kinitelah memasuki babak akhir.

“Kami berharap masalah ini akan dapat diselesaikan dengan cepat untuk kepentingan stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara,” kata Presiden.

Presiden menyatakan, dalam melihat ke depan Indonesia berharap agar realisasi hubungan antar bangsa-bangsa demokrasi dan satu tatanan dunia baru didasarkan atas kemerdekaan yang murni, perdamaian yang langgeng, keadilan dan kemakmuran bersama.

Kunjungan Presiden Soeharto yang disertai Ibu Tien Soeharto, Menko Ekuin Radius Prawiro,Menlu Ali Alatas, Menristek B.J. Habibie dan Mensesneg Moerdiono selama lima hari ( 3 s/d 7 Juli) atas undangan Presiden RFJ Dr. Richard von Weizsaecker.

Presiden Soeharto hari Kamis dijadualkan akan mengadakan pembicaraan dengan Kanselir Helmut Kohl, sementara para menteri yang mengikuti rombongan mengadakan pembicaraan yang sama dengan para mitranya. (SA)

 

 

Sumber : ANGKATAN BERSENJATA (04/07/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 78-79.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.