KEPUTUSAN MUNAS KELUARGA BESAR PEPABRI

KEPUTUSAN MUNAS KELUARGA BESAR PEPABRI

Musyawarah Nasional KeluargaBesar Pepabri (persatuan Purnawirawan ABRI) selama tiga hari dan berakhir Rabu sore mengusulkan agar Jenderal (Purn) Soeharto diangkat sebagai Bapak Pembangunan Nasional.

Di samping itu musyawarah juga memohon kesediaan Jenderal TNI (Purn) Soeharto untuk diangkat kembali sebagai Presiden Rl dalam Sidang Umum MPR tahun 1983.

Hal itu merupakan sebagian dari keputusan di bidang politik Musyawarah Nasional keluarga besar Pepabri yang dibacakan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Pepabri H.Mansyur di Balai Sidang Senayan, Rabu sore sesaat sebelum ditutup.

Keluarga Besar Pepabri bertekad untuk menuntaskan tugas suci, jiwa dan isi Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dalam wadah negara kesatuan RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45. Selain itu, keluarga besar Pepabri akan meningkatkan peran sertanya dalam usaha mewujudkan kemanunggalan ABRI dengan rakyat.

Demi mewujudkan stabilitas nasional yang dinamis agar pembangunan dapat lebih sukses, keluarga besar Pepabri bertekad bulat untuk ikut serta menanggulangi ancaman dan gangguan baik yang datang dari dalam dan luar negeri yang ditujukan kepada kelangsungan hidup bangsa dan negara RI.

Sebagai insan Pancasila, keluarga besar Pepabri berkewajiban untuk memenangkan Golongan Karya (Golkar) dalam Pemilihan Umum tahun 1982 dan Sidang Umum MPR tahun 1983. Hal ini semata-mata dimaksudkan agar pembangunan nasional dapat dilanjutkan dan hasil-hasilnya dapat lebih diratakan.

Musyawarah juga memutuskan bahwa Pepabri bertekad untuk melestarikan dwi fungsi ABRI dan mendukung program ABRI masuk Desa yang dilaksanakan oleh Pimpinan Hankam ABRI sekarang ini.

Dapur Politik

Sekjen Pengurus Besar Pepabri Mansyur juga mengungkapkan bahwa musyawarah nasional Pepabri 1981 memutuskan pembentukan "dapur politik" yang dapat berfungsi sebagai dewan pertimbangan bagi Pimpinan Pepabri.

Dapur politik ini akan beranggotakan para senior ABRI yang mengerti politik disamping para warakawuri dan dari FK-PPI (Forum Komunikasi Putra Putri ABRI).

Di samping dapur politik, juga akan dimiliki dapur ekonomi, sosial dan budaya, demikian H.Mansyur.

Bidang Organisasi

Di bidang organisasi, Musyawarah Nasional keluarga besar Pepabri memutuskan untuk membentuk Dewan Pembina dan menunjuk Jenderal TNI (Purn) Soeharto sebagai Ketua Dewan Pembina.

Namun H. Mansyur menegaskan bahwa kekuasaan tertinggi tetap berada pada Musyawarah Nasional yang merupakan pemegang kedaulatan seluruh anggota.

"Dewan Pembina tidak mempunyai kedudukan lebih tinggi dari Munas," kata H.Mansyur kepada pers.

Pengurus Baru Pepabri

Musyawarah Nasional juga berhasil memilih pengurus baru dengan susunan sebagai berikut: Ketua Umum: Jenderal TNI (Purn) Makmun Murod, Ketua Pelaksana I Laksamana TNI (Purn) Soebiyakto dan Ketua Pelaksana II Soekardi. Sekretaris Jenderalnya adalah H.Mansyur.

Ketika ditanya mengenai anggota-anggota Dewan Pembina, Sekjen Pepabri mengatakan bahwa baik jumlah dan personilnya sekarang belum ditentukan, wadahnya sudah ada dan ketuanya adalah Jenderal TNI (Purn) Soeharto.

Perip dan FKPPI

Bersamaan dengan Musyawarah Nasional Pepabri juga dilaksanakan Musyawarah Nasional Persatuan Istri Purnawirawan dan Forum Komunikasi Putra Putri ABRI. Kedua organisasi inipun berhasil memilih pengurus baru dan menetapkan program-program kerjanya.

Kesan-kesan Menhankam/Pangab Jenderal TNI M. Jusuf

Musyawarah Nasional Pepabri ke VITI, Perip ke V dan FK-PPI ke I kemudian ditutup dengan pemukulan gong oleh Menhankam/Pangab Jenderal TNI M.Jusuf.

Kepada pers Menhankam mengatakan, ia sangat terkesan atas jalannya musyawarah para anggota Pepabri tersebut. Musyawarah penuh dijiwai dengan semangat musyawarah dan mufakat.

"Ini mencerminkan adanya rasa setia kawan dan rasa seperjuangan serta tidak ingin menonjolkan kepentingan pribadinya," kata Menhankam.

Para purnawirawan yang merupakan sesepuh ABRI telah menunjukkan bahwa mereka mengutamakan sesuatu hasil yang berguna dan dapat disumbangkan kepada bangsa dan negara, dari kepentingan dirinya.

Menhankarn mengatakan bahwa untuk melengkapi keadaan kehidupan para anggota Pepabri beserta keluarganya, maka Pimpinan Hankam/ABRI akan memberikan bantuan untuk kesejahteraan mereka.

Hal ini dimaksudkan agarmereka apakah itu purnawirawan maupun anak cucunya dapat ikut serta melanjutkan cita-cita perjuangan para pahlawan yang ikut mendirikan negara sejak proklamasi 1945.

Pepabri, menurut Menhankarn, dapat menyumbangkan tenaga dan fikirannya dalam usaha memanunggalkan ABRI dengan rakyat guna mewujudkan doktrin Hankamrata.

Sementara itu, Menteri Jusuf mengemukakan bahwa kehadiran FK-PPI sebagai bagian dari keluarga besar ABRI agar disiapkan untuk dapat melanjutkan cita-cita murni ayahnya pejuang 1945.

Oleh karena itu, Menhankam minta agar FK-PPI mulai sekarang sudah membiasakan diri untuk hidup berjuang menyelesaikan sendiri tantangan-tantangan yang dihadapinya.

Orang yang biasa hidup menghadapi tantangan maka dalarn, dirinya akan terbentuk suatu karakter pribadinya yang tidak gampang menyerah menghadapi masa sulit dimanapun dan kapanpun.

Jika FK-PPI sudah memiliki karakter yang demikian maka ia akan betul-betul memiliki semangat juang ayahnya generasi 45, kepada FK-PPI Menhankam minta agar selalu berkonsultasi dengan para orang tua mereka guna meminta saran atau pendapat mengenai sesuatu persoalan.

Di samping itu diingatkan agar FK-PPI selalu bertumpu pada akar adat istiadat serta budaya bangsa sendiri dalarn menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.

Menhankam menilai pertumbuhan organisasi FK-PPI hingga sekarang ini cukup membanggakan.

"Kami belum memberi apa-apa, tetapi mereka sudah mampu berdiri sendiri," kata Menhankarn.

Hadir dalarn acara penutupan Munas keluarga besar Pepabri itu antara lain para Kepala Staf Angkatan dan Kapolri serta undangan. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (16/10/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 178-180.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.