KEPALA NEGARA DAN KELUARGA BERUMROH

KEPALA NEGARA DAN KELUARGA BERUMROH [1]

Jeddah, Kompas

Presiden dan Ny Tien Soeharto, putra-putri, menantu dan cucu pada hari Senin (30/10) malam atau Selasa dinihari WIB, melaksanakan ibadah umroh di Masjidil Haram, Mekkah. Turut mendampingi Kepala Negara adalah Mensesneg Moerdiono, Menlu danNy Ali Alatas serta Menteri Agama danNy Tarmizi Taber.

Dari pihak keluarga besar Pak Harto, tampak mendampingi, Ny Siti Hardiyanti Rukmana dan suaminya lndra Rukmana, Bambang Trihatrnodjo dan istri Ny Halimah, serta Ny Siti Hediyanti Herijadi. Keluarga besar Pak Harto menjadi tamu khusus Raja Arab-Saudi Fahd. Karena itu, sebelum melaksanakan umroh Presiden dan Ny Tien Soeharto diterima Raja Fahd di Istana Kerajaan yang berdampingan dengan Masjidil Haram.

Pada saat ibadah umroh ini, menurut laporan wartawan Kompas, Taufik H Mihardja semalam, Pak Harto dan keluarga mendapat kesempatan istimewa untuk memasuki Ka’bah selama sekitar 20 menit. Ibadah ini dilaksanakan dalam perjalanan kembali ke Tanah Air setelah dua pekan mengadakan kunjungan ke beberapa negara, yaitu ke Kolombia untuk menghadiri KTI XI Gerakan Non Blok, ke Amerika Serikat ke Suriname untuk mengadakan kunjun gan kenegaraan. Sementara keluarga Pak Harto bergabung dengan rombongan di Jeddah. Saat melaksanakan ibadah umroh ini meskipun sifatnya pribadi Pak Harto dan keluarga tetap mendapat pengamanan khusus. Rupanya kehadiran puluhan petugas itu selain untuk pengamanan, juga untuk memudahkan jalannya umroh tersebut.

Rasa Syukur

Seperti pemah dijelaskan Mensesneg Moerdiono sebelumnya, ibadah umroh kali ini lebih sebagai ungkapan rasa syukur Pak Harto bahwa Indonesia telah genap berusia 50 tahun dengan segala pasang naik-turun perjalanannya sebagai bangsa, dengan segala suka dan dukanya, dengan segala harapan dan mungkin kekecewaannya.

Saat melaksanakan umroh, Pak Harto didampingi Pangeran Mochseen, salah seorang kerabat Raja Fahd yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Mekkah. Sekitar 20 menit keluarga besar Pak Harto berada di ruangan Ka’bah. Pada saat keluar, wajah Pak Harto dan Ny .Tien tampak berseri-seri. Sementara Mbak Titik dan Mbak Tutut tampak menyeka air matanya. Suasana serupa dialami hampir. seluruh keluarga besar Pak Harto. Ini memang merupakan kesempatan yang tidak bisa dinikmati oleh setiap orang. Memasuki ruang Ka ‘bah ini dilaksanakan setelah Pak Harto dan Ny. Tien melaksanakan tawaf atau mengelilingi Ka’bah tujuh kali. Paling tidak, Pak Harto dan Ny Tien serta keluarganya mendapat kesempatan empat kali mencium Hajar Aswad. Setelah melaksanakan tawaf dan berdoa di ruangan Ka bah, Pak Harto dan keluarga melanjutkan ibadah Sai’ atau lari-lari kecil antara Safa dan Marwah. Saat ibadah ini, sehubungan dengan usianya, Ny.Tien melaksanakannya di atas kursi roda yang didorong oleh Bambang Trihatmodjo. Menurut rencana,Presiden dan rombongan akan tiba di Tanah Air hari Rabu ini.*

Sumber : KOMPAS ( 01/11/1995)

______________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVII (1995), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 546-547.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.