KENDALI PEMERINTAHAN TETAP DI TANGAN PRESIDEN SOEHARTO Minggu Ke Eropa Untuk Pemeriksaan Kesehatan

KENDALI PEMERINTAHAN TETAP DI TANGAN PRESIDEN SOEHARTO

Minggu Ke Eropa Untuk Pemeriksaan Kesehatan[1]

 

Jakarta, Suara Karya

Kendali roda pemerintahan tetap di tangan Presiden Soeharto meski hari Minggu besok bertolak ke Eropa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala. Perlakuan ini sama seperti halnya ketika Presiden melakukan perjalanan ke luar negeri pada waktu lalu.

Penegasan ini dikemukakan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono menjawab pertanyaan wartawan, Jumat (5/7) di Istana Merdeka saat menjelaskan rencana keberangkatan Pak Harto ke luar negeri untuk pemeriksaan kesehatan.

Moerdiono belum bersedia menjelaskan negara tujuan dimana Presiden akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan itu. Kepastian rumah sakit yang akan dikunjungi Presiden juga baru hari Sabtu ini diputuskan.

Saat ini, kata Moerdiono, sejumlah tim ahli kedokteran yang lazim disebut tim dokter ke Presidenan telah berada di salah satu negara di Eropa. Secara berkala mereka melaporkan persiapan-persiapan yang dilakukan di sana ke Jakarta.

Mensesneg dalam keterangan kepada wartawan juga tidak berani memastikan, kapan Kepala Negara kembali dari luar negeri. Sifat kunjungan Presiden ke luar negeri kali ini sangat berbeda dengan kunjungan kenegaraan atau kunjungan kerja. Jika kunjungan kenegaraan atau kunjungan kerja Kepala Negara ke luar negeri maka telah disusunjadwal acara yang sangat ketat, sehingga rencana kembali ke Tanah Air dapat diketahui.

Pemeriksaan kesehatan Presiden biasanya dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta. Jangka waktu pemeriksaan rutin itu dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. Pemeriksaan terakhir dilakukan seminggu lalu yaitu 29 Juni 1996. Pemeriksaan ke luar negeri baru kali ini dilakukan oleh Presiden.

Didampingi Putra-putri

Peijalanan Presiden ke luar negeri kali ini tidak disertai seorang pun Menteri Kabinet Pembangunan VI. Ia hanya didampingi oleh putra-putrinya. Sampai kemarin belum diperoleh informasi pasti siapa di antara putra putrinya yang bakal mendampingi Pak Harto.

Kantor berita asing, Reuters dan AFP Kamis lalu memberitakan bahwa Presiden akan melakukan medical check-up di Jerman. Namun sampai kemarin belum ada sumber resmi yang menyebutkan negara tujuan Pak Harto itu.

Moerdiono mengemukakan,

“lazimnya pemeriksaan kesehatan Presiden diadakan enam bulan sekali. Ini juga diwajibkan kepada semua menteri untuk melakukan medical check-up termasuk pejabat-pejabat tinggi eselon I, pejabat-pejabat eselon II dan semuanya.”

“Jadi saya kira medical check-up adalah satu hal yang normal dilakukan.”

Mensesneg mengemukakan, menurut pandangan tim dokter Presiden, saat ini secara medis Presiden dalam keadaan sehat walafiat. Sampai lepas waktu shalat Jumat kemarin Presiden tetap tampak tegar dan segar.

Pada acara menerima kontingen Indonesia untuk Olimpiade Atlanta 1996, Presiden Jumat pagi bahkan berdiri hampir satujam penuh dengan para atlet. Shalat Jumat di Mesjid Baitulrachim Istana, Presiden juga melaksanakannya dengah khusyuk sebagai mana biasanya.

Moerdiono mengemukakan, setelah dilakukan pemeriksaan rutin maka Tim Ahli

Dokter Kepresidenan berpendapat bahwa kesehatan Presiden perlu didalami lebih lanjut, terutama menggunakan alat-alat yang lebih canggih daripada apa yang dipunyai di dalam negeri.

“Atas dasar nasihat tim dokter ahli tersebut akhirnya Presiden memutuskan untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut di luar negeri.” kata Mensesneg.

Sumber : SUARA KARYA (06/07/1996)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 174-175.

 

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.