KEMBALINYA PRESIDEN DARI JERMAN TENANGKAN PASAR DOLAR

KEMBALINYA PRESIDEN DARI JERMAN TENANGKAN PASAR DOLAR[1]

 

 

Jakarta, Antara

Likuiditas rupiah di pasar uang “spot” antar bank Jakarta, Selasa, yang ketat mengakibatkan dolar AS melemah menjadi Rp 2.328,25/Rp2.328,50 atau turun Rp 1,50 dibanding Senin.

“Rupiah yang agak ketat di pasar uang berkaitan dengan kewajiban pembayaran pajak perusahaan mendorong para pelaku pasar untuk melakukan penjualan dolar AS.” kata para dealer.

Menurut mereka, likuiditas rupiah, Selasa, cukup ketat dengan tingkat suku bunga “Overmite inter-bank call money” pada 16,00-17,00 persen kendati Bank Indonesia melakukan injeksi dana ke pasar uang sebesar Rp 457,00 miliar.

Disamping melakukan injeksi dana, BI Selasa juga melakukan kontraksi dana dari perbankan melalui lelang SBI sebesar Rp 726,00 miliar, sedangkan dana yang terserap perbankan melalui lelang SBPU sebesar Rp 229,00 miliar. Dana yang diselesaikan melalui SBI sebesar Rp 40,00 miliar.

Dealer dari salah satu bank swasta mengatakan situasi pasar uang yang kembali stabil setelah pulangnya Presiden Soeharto dari Jerman dalam keadaan sehat turut mempengaruhi pergerakan dolar/rupiah yang relatif stabil.

Pergerakan dolar, Selasa, hanya berada dalam kisaran sempit karena “the greenback” sulit untuk ditekan karena posisinya semakin mendekati kurs beli BI yaitu sebesar Rp 2.325,00, sedangkan tidak adanya faktor pendukung menjadi kendala penguatan mata uang AS tersebut.

Sementara itu, dolar AS di pasar uang Singapura Selasa juga melemah terhadap rupiah. “The greenback” diperdagangkan pada Rp 2.328,86 atau turun Rp 1,14 dibanding posisi Senin pada Rp 2.330,00.

Kurs konversi Bank Indonesia, Selasa pukul 15:00 WIB tetap pada Rp 2.325 ,00 (beli) dan Rp 2.371,00 Qual). Kurs intervensi juga tetap pada Rp 2.325,00 untuk batas bawah dan Rp 2.443,00 untuk batas atas.

Berikut pergerakan perdagangan dolar terhadap rupiah di pasar uang “spot” antar bank Jakarta selama dua hari terakhir adalah sebagai berikut :

Posisi Kurs Senin Selasa
Tertinggi Rp 2.331,00 Rp 2.329,50
Terendah Rp 2.329,50 Rp 2.328,25
Terakhir Rp2.329,75 Rp2.328,25

 

Sumber : ANTARA (17/07/1996)

____________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 356-357.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.