KEBULATAN TEKAD WARGA KORPRI LAMPUNG

KEBULATAN TEKAD WARGA KORPRI LAMPUNG

Warga KORPRI, Dharma/Wanita, PWRI, Hansip dan Pramuka Propinsi Lampung hari Jumat menyatakan kebulatan tekad mereka, untuk mengusulkan kepada MPR RI hasil Pemilu 1983, agar Jenderal (Purnawirawan) Soeharto ditetapkan sebagai Bapak Pembangunan Nasional.

Selain itu kepada MPR RI hasil Pemilu 1983 yang akan mengadakan Sidang Umum Tahun 1983 juga diusulkan agar Jenderal (Purnawirawan) Soeharto diangkat kembali menjadi Presiden Republik Indonesia untuk periode 1983-1988.

Kebulatan tekad itu dibacakan oleh Prof. H. Masdar Helmi (Kakanwil Departemen Agama Prop. Lampung) pada apel bendera tanggal 17 September 1982 di Stadion Pahoman Tanjungkarang.

Naskah pernyataan kebulatan tekad itu diserahkan kepada Gubernur Yasir Hadibroto selaku Inspektur Upacara, untuk disampaikan kepada pimpinan MPR RI.

Pernyataan kebulatan tekad itu ditanda-tangani oleh Drs. Subki E. Harun (Ketua KORPRI/Pramuka), Ny. Yasir Hadibroto (Ketua Dhanna Wanita), Ny. Utiyah Helmi (PWRJ), dan K. Sutomo (Kanwil Hansip).

Kebulatan tekad itu dikeluarkan antara lain berdasarkan atas pertimbangan bahwa selama masa pemerintahan Orde Baru di bawah pimpinan Presiden Soeharto, pembangunan yang dilaksanakan dalam segala bidang sudah memperlihatkan hasil yang nyata. Pembangunan tersebut perlu terus dilanjutkan secara berkesinambungan.

Pembangunan yang dilaksanakan itu dilakukan secara merata sampai ke seluruh pelosok pedesaan di wilayah Republik Indonesia.

Pada kesempatan itu gubernur Lampung selaku inspektur upacara menyerahkan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya kepada R.Soehardjono (Kepala Dinas LLAJR Lampung), Yoesoef Risani, Rusdi Daud, Asnawi bin Djafar dan Rono Wasito (semuanya dari Kanwil Perdagangan), serta Yoesman Bie (Dinas Pekerjaan Umum). (RA)

Tanjungkarang, Antara

Sumber : ANTARA (18/09/19982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 830-831.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.