KEBULATAN TEKAD RAKYAT TETAP BERMANFAAT

KEBULATAN TEKAD RAKYAT TETAP BERMANFAAT

Bustanil Arifin

Kebulatan tekad rakyat untuk memberikan gelar "Bapak Pembangunan Nasional" kepada Pak Harto perlu disalurkan dan tetap bermanfaat, demikian pendapat Menmud Urusan Koperasi/Kabulog Bustanil Arifin dalam pidatonya di luar teks ketika meresmikan rumah potong ayam milik koperasi di Ciputat Jakarta hari Kamis. Rumah potong ini merupakan yang termodern saat ini.

Bustanil lebih lanjut menambahkan, bahwa kebulatan tekad rakyat yang berkumandang di berbagai pelosok desa dan pulau itu merupakan cetusan hati nurani sebagai rasa terima kasih mereka kepada kepala negaranya, yang telah sungguh­sungguh membuktikan usahanya untuk menyejahterakan rakyat.

Kabulog dengan tegas mengingatkan, bahwa selama masa Orde Baru ini tidak bisa dimungkiri siapapun bahwa pembangunan terus meningkat di segala bidang.

Pembangunan baik yang bersifat material maupun spiritual telah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia baik di kota-kota maupun di desa-desa.

Hal itulah yang menyebabkan rakyat sangat menghargai pemimpinnya dan karena itu mereka bertekad untuk mengusulkan kepada Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat yang akan datang untuk memberikan gelar "Bapak Pembangunan" kepada Pak Harto.

Tanpa Dikendalikan

Kabulog lebih jauh juga menyatakan, bahwa kebulatan tekad itu merupakan spontanitas yang tidak dikendalikan oleh siapapun. Rakyat secara sadar, ingin memberikan penghargaan itu kepada pemimpinnya.

Bustanil mencontohkan, bahwa dalam acara peresmian rumah potong ini pun tidak diacarakan adanya kebulatan tekad rakyat, namun toh terjadi juga.

Dengan demikian jelas, bahwa tak ada yang menyuruh rakyat untuk berbuat demikian itu. "Ini jelas-jelas merupakan spontanitas", katanya tegas. (RA)

Jakarta, Suara Karya

Sumber: SUARA KARYA (08/03/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 690-691.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.