KEBIJAKSANAAN PRESIDEN HAPUSKAN SPP SD BANTU PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DI DAERAH EKONOMI LEMAH

KEBIJAKSANAAN PRESIDEN HAPUSKAN SPP SD BANTU PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DI DAERAH EKONOMI LEMAH [1]

 

Palu, Antara

Kebijaksanaan Presiden menghapuskan SPP untuk kelas 1 sampai kelas 3 SD, menurut Kepala Dinas P & K Sulteng Drs. Abubakar Makarau, sangat membantu pengembangan pendidikan di daerah2 yang ekonomi lemah.

Ia menjelaskan baru2 ini, di daerah Sulteng terdapat 161.907 murid SD. “Kalau dipikul rata setiap murid Rp. 100, maka seharusnya setiap tahun terkumpul Rp. 194.288.288.400”, demikian Abubakar Makarau yang selanjutnya menyatakan, tetapi kenyataan pada tahun 1975/1976 yang lalu jumlah SPP yang terkumpul hanya Rp. 31.243.143,63 yang merupakan hasil dari empat kabupaten yang ada di Sulteng. Kabupaten Donggala sendiri yang merupakan salah satu kabupaten yg baik perekonomiannya di daerah ini, dari target yang ditetapkan Rp.60 juta tahun 1975/76 hanya berhasil dicapai Rp. 13.065.636,93.

Tunggakan2

Dari gambaran inidapat dilihat berapa banyak tunggakan2 yang pada bagian lain bisa menimbulkan akibat2 “psychologis” kepada murid2. Dikatakannya, selama SPP dilaksanakan, kepada semua guru yang ada diinstruksikan agar jangan sampai SPP mengakibatkan murid tidak masuk sekolah, tetapi biasanya terjadi bila sudah sampai tiga kali seorang guru menagih SPP kepada seorang murid dan belum dapat dipenuhi oleh si murid, karena orang tuanya belum punya uang, akan timbul perasaan takut dari si murid yang berakibat secara otomatis dia tidak masuk sekolah.

Natura

“Hal2 semacam ini sangat terasa di desa2 apalagi jumlah Rp.100 pada tingkat desa sudah merupakan problema yang sulit dipecahkan”, kata Abubakar Makarau, yang selanjutnya menambahkan, karena sulitnya uang, dibeberapa kecamatan biasa dipraktekkan pembayaran SPP dengan natura, seperti telur, ayam, ubi kayu dan lain2 dan menjadi tugas guru yang bersangkutan untuk menguangkannya.

Atas dasar itu Abubakar Makarau sekali lagi menyatakan kebijaksanaan Presiden sungguh2 sangat menolong pengembangan pendidikan pada tingkat pedesaan yang ekonominya lemah.

Di Sulteng terdapat 1.294 SD, dengan 161.907 murid. Gedung2 SD dan perlengkapannya sebagian besar masih memerlukan penyempurnaan. (DTS)

Sumber : ANTARA (28/08/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 202-203.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.